Menkeu: Anggaran untuk 8 Program Kerja Prioritas Nasional Mencapai Rp 1.720-1.896 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan arsitektur kebijakan fiskal pada 2027. Kebijakan defisit didesain kolaboratif, terarah, dan terukur dengan besaran 1,8-2,4% dari PDB.
Untuk mendukung hal tersebut, Purbaya menjelaskan pendapatan negara diproyeksikan pada kisaran 11,82-12,4% dari PDB. Sementara itu, belanja negara didesain di kisaran 13,62-14,8% dari PDB.
“Besaran postur makro fiskal 2027 ini telah memperhitungkan kebutuhan pendanaan berbagai PKPN (Program Kerja Prioritas Nasional) yang diperkirakan mencapai Rp 1.720-1.896 triliun,” kata Purbaya, saat rapat kerja di Badan Anggaran (Banggar), Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Belanja tersebut, kata Purbaya, dialokasikan melalui belanja pemerintah pusat, optimalisasi transfer ke daerah, dan dana desa, serta pembiayaan anggaran.
Purbaya menjelaskan terdapat delapan kluster PKPN ini difokuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Delapan kluster PKPN di antaranya, kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hiliriasi, infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.
“Sementara itu, program pendukung atau enabler adalah penguatan di bidang pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, dan diplomasi ekonomi,” ujar dia.
Baca Juga
APBN Defisit 0,53% PDB per Februari 2026, Pendapatan Negara Naik 12,8%
Purbaya optimistis bahwa perekonomian Indonesia pada 2027 dapat tumbuh kuat dalam kisaran 5,8-6,5%. Laju pertumbuhan ekonomi ini menjadi pondasi yang kuat menuju pertumbuhan ekonomi 8% dalam jangka menengah.
Untuk inflasi, kata Purbaya, pemerintah akan mengendalikannya terjaga di kisaran 1,5-3,5%. Dengan stabilitas ekonomi dan sektor keuangan yang terjaga baik, suku bunga imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun diproyeksikan berada di kisaran 6,5-7,3%.
“Didukung imbal hasil yang menarik dan spread dengan US Treasury Bonds yang kompetitif di samping kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi dan sektor keuangan Indonesia yang dijaga dengan baik,” kata dia.
Kepercayaan investor global yang terjaga, dalam pandangan Purbaya, akan mendorong peningkatan arus modal masuk. Kondisi tersebut akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam rentang Rp 16.800-17.500 per dolar AS.
Di sisi lain, aktivitas ekonomi global membuat harga minyak mentah diperkirakan sekitar US$ 70-95 per barel. Ini diikuti dengan lifting minyak bumi yang sebesar 602.000 hingga 615.000 per barel per hari dan lifting gas bumi sebesar 934.000-977.000 barel setara minyak per hari.
Stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang solid yang didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif akan menjadi faktor pendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6-6,5%, tingkat pengangguran terbuka berada pada rentang 4,3-4,87%, rasio gini ditargetkan terus membaik dalam rentang 0,362-0,367, indeks modal manusia juga ditargetkan membaik menjadi 0,575. Sementara itu, indeks kesejahteraan petani meningkat menjadi 0,8038 dan proporsi lapangan kerja formal meningkat menjadi 40,81%.
