Sambangi Istana Bersama Chatib Basri, Luhut Sambut Positif Kenaikan BI Rate
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan merespons positif keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50%. Hal itu disampaikan Luhut saat bersama anggota DEN Chatib Basri menyambangi Istana Keprsidenan Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Luhut menyatakan, kenaikan BI-Rate dapat meredam gejolak nilai tukar rupiah.
"Kan bagus, ngerem," kata Luhut.
Baca Juga
Luhut menekankan, fundamental ekonomi nasional masih dalam kondisi baik. Namun, katanya, dampak dari ketegangan di Selat Hormuz membutuhkan perhatian serius.
"Bagus-bagus kok, ekonomi kita, fundamental masih oke, tapi memang kita perlu ada perhatian di beberapa titik karena perang Teluk ini juga masih perang apa, perang Hormuz ini masih berkelanjutan," kata Luhut.
Luhut menjelaskan kedatangannya ke Istana untuk menyampaikan laporan mengenai kerja DEN kepada Presiden Prabowo Subianto. Luhut menekankan, laporan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan DEN.
"Enggak ada jadwal. Ya, kita, kita melaporkan apa saja Dewan Ekonomi tiap bulan atau tiap 5 Minggu gitu," kata Luhut.
Kehadiran Luhut dan Chatib Basri di Istana ini menarik perhatian lantaran terjadi di tengah merebaknya isu Presiden Prabowo Subianto akan melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih.
Isu yang beredar menyebut Chatib Basri akan mengisi posisi menkeu menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Chatib Basri mengaku tak tahu menahu mengenai isu tersebut.
"Saya enggak tahu," kata Chatib Basri saat dikonfirmasi mengenai namanya diisukan masuk Kabinet Merah Putih.
Chatib Basri mengaku kehadirannya di kompleks Istana Kepresidenan untuk bertemu Presiden Prabowo. Tak hanya dirinya, pertemuan itu akan turut dihadiri oleh Luhut.
"Mau bertemu kan. Iya (dengan Presiden Prabowo)," ucapnya.
Sebelumnya, Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kembali menegaskan tidak ada rencana Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih. Untuk itu, Pras, sapaan Prasetyo Hadi membantah isu yang menyebut anggota DEN Chatib Basri akan menjabat menteri keuangan (menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
"Itu tidak ada, tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan. Berkali-kali juga sudah kami sampaikan tidak ada rencana reshuffle," kata Pras di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Baca Juga
Bantah Isu Chatib Basri Gantikan Purbaya sebagai Menkeu, Mensesneg: Tidak Ada Reshuffle
Pras mengingatkan masyarakat untuk tak mudah percaya pada isu yang beredar. Termasuk mengenai isu reshuffle kabinet dan nama-nama yang beredar.
"Mohon maaf sekali lagi jangan dikait-kaitkan dengan isu yang beredar atau berkembanglah nama tokoh si A, si B, dan C karena memang sesungguhnya tidak sedang ada rencana pergantian," katanya.
Pras menekankan, Presiden Prabowo Subianto akan memberikan keterangan resmi jika ada perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih.
"Nanti kalau memang Presiden merasa harus ada penyegaran atau perubahan pada waktunya nanti akan disampaikan kepada masyarakat," katanya.
.
