Prabowo Diam-Diam Sambangi Danantara saat Rupiah dan IHSG Kompak Merosot
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Di tengah guncangan yang melanda pasar keuangan domestik, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan mendadak ke Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026) siang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Kepala Negara tiba sekitar pukul 14.00 WIB dengan mengendarai mobil kepresidenan utama, MV3 Garuda Limousine berpelat nomor RI 1. Menurut informasi yang dihimpun, kehadiran Presiden di Wisma Danantara adalah untuk menghadiri agenda strategis terkait perkembangan industri pertahanan dan teknologi, khususnya yang berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) serta robotik.
Usai melakukan kunjungan tertutup, Prabowo meninggalkan Wisma Danantara sekitar pukul 14.30 WIB.
Agenda kedatangan Presiden ini bertepatan dengan momentum krusial, di mana indikator makroekonomi Indonesia sedang mengalami tekanan hebat sepanjang hari ini.
Baca Juga
Rupiah Melemah ke Rp 18.041 per Dolar AS, BI Optimistis Fundamental Tetap Kuat
Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 13.41 WIB, rupiah turun 0,41% ke level Rp18.041 per dolar AS.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh peningkatan tensi geopolitik di Timur Tengah yang menghambat prospek perdamaian di kawasan tersebut.
Menurut Destry, kondisi tersebut membuat harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan risiko inflasi global, sekaligus mendorong arus modal keluar dari negara-negara emerging market.
Sementara itu IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok 206,81 poin atau turun 3,48% menjadi 5.734 pada sesi I perdagangan Kamis (4/6/2026).
Pelemahan dipicu jatuhnya seluruh sektor saham. Sektor material dasar anjlok 9,05%, energi melemah 5,61%, dan sektor infrastruktur melemah 5,05%. Penurunan IHSG BEI ini menjadi yang terdalam di Asia.
Merespons kondisi ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tidak akan mengintervensi pasar saham.
“Kalau dari saya sih nggak ada. Yang penting saya jelaskan bahwa fundamental ekonomi kita bagus dan akan membaik terus,” kata Purbaya, usai menghadiri rapat paripurna di DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

