Bagikan

Rosan: Investasi Sumbang 32% PDB Kuartal I-2026

Poin Penting

Rosan Roeslani menyebut investasi menyumbang sekitar 32% terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 yang mencapai 5,61%.
Pemerintah menilai investasi kini menjadi motor pertumbuhan ekonomi setelah konsumsi domestik, dengan kontribusi yang terus meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%, pemerintah menargetkan investasi hingga US$789,9 miliar dalam lima tahun dan terus memperbaiki iklim investasi serta memangkas birokrasi.

JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani menyebut, investasi menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026. Kontribusi investasi terhadap ekonomi nasional atau PDB bahkan mencapai sekitar 32%.

Rosan mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% tidak lepas dari kuatnya konsumsi domestik dan meningkatnya realisasi investasi. Menurutnya, investasi kini memegang peran yang semakin besar dibanding beberapa tahun sebelumnya.

“Kontribusi terbesar bagi pertumbuhan ekonomi kita datang dari konsumsi domestik yang kuat. Tetapi kalau dilihat, yang kedua datang dari investasi,” ujar Rosan dalam acara Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 1,79% dari total pertumbuhan 5,61%. Angka itu meningkat dibanding kontribusi investasi beberapa tahun sebelumnya yang berada di kisaran 27-28%.

Kadin menggelar acara Kadin Indonesia Monthly Diplomatic Economic Breakfast di Wisma Danantara, Jakarta yang menghadirkan pembicara Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, dan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James T. Riady, Jumat (8/5/2026). Foto: Investortrust/Elsid Arendra

“Investasi memainkan peran yang sangat signifikan, berkontribusi sekitar 31% sampai 32%. Tahun lalu masih sekitar 30%, sekarang meningkat lagi,” sambungnya.

Menurut Rosan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8% dalam beberapa tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut, Indonesia membutuhkan realisasi investasi hingga US$ 789,9 miliar dalam lima tahun mendatang.

Baca Juga

Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang PDB Kuartal I-2026, Konsumsi Pemerintah Tumbuh Tinggi

“Target kita untuk 2026 adalah US$ 123,7 miliar. Apakah bisa dicapai? Bisa, jika pemerintah, sektor swasta, dan mitra internasional bekerja bersama,” yakinnya.

CEO Danantara itu mengakui target tersebut tidak mudah dicapai di tengah kondisi geopolitik dan ekonomi global yang penuh tekanan. Karena itu, pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim investasi dan memangkas hambatan birokrasi.

“Kami terbuka untuk bisnis. Kami mencoba memotong birokrasi, mengurangi regulasi yang tidak perlu, dan memberikan kepastian bagi investor,” harapnya.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie memberikan sambutan pada acara Kadin Indonesia Monthly Diplomatic Economic Breakfast di Wisma Danantara, Jakarta, (8/5/2026). Foto: Investortrust/Elsid Arendra
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024