BPS: Pembangunan Manusia di DKI Jakarta dan Papua Sangat Timpang
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut terjadi ketimpangan pembangunan manusia di DKI Jakarta dan Papua pada 2023. BPS menunjukkan Papua menjadi provinsi dengan skor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah secara nasional.
“Untuk ketimpangan pembangunan manusia, saat ini terlihat di provinsi DKI Jakarta dan Papua ketimpangan pembangunan manusianya sangat lebar. Pada tahun 2023, IPM Papua tertinggal 20,54 poin dari IPM DKI Jakarta,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini, dalam Rilis BPS, Rabu (15/11/2023).
Pudji mengatakan, IPM yang diperoleh Papua yaitu 63,01 poin. Angka ini menempatkan Papua bersama tiga provinsi lain masuk kategori sedang. Meski tercatat sebagai provinsi dengan IPM terendah, Papua mengalami pertumbuhan IPM tertinggi pada 2023.
“Pertumbuhan IPM tertinggi pada tahun 2023 terjadi di Provinsi Papua yaitu sebesar 1,37%. Sementara, pertumbuhan terendah terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 0,55%” kata dia.
BPS mencatat IPM tertinggi secara nasional diperoleh DKI Jakarta dengan capaian 83,55 poin. “Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan dua provinsi dengan status pembangunan manusia sangat tinggi dengan IPM lebih dari 80,” ujar dia.
Pudji mengatakan IPM nasional saat ini tercatat sebesar 74,39 poin. Dia menyebut, terdapat 14 provinsi dengan capaian IPM lebih besar dari IPM nasional.
BPS mencatat IPM Indonesia mengalami kenaikan 0,84% pada 2023. Kenaikan ini membuat skor IPM naik menjadi 74,39 poin.
BPS menyebut IPM merupakan indeks untuk mengukur pembangunan manusia di Indonesia yang dilihat dari kesempatan penduduk untuk mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, dan pendidikan, serta lainnya.
Untuk mengukurnya, BPS menggunakan indikator di antaranya, umur harapan hidup saat lahir, harapan lama sekolah, dan rata-rata lama sekolah pengeluaran riil per kapita per tahun. BPS membagi empat capaian IPM, yaitu rendah (skor di bawah 60), sedang (skor 60-70), dan tinggi (70-80), serta sangat tinggi (lebih dari 80). (CR-7)
