Konflik Semakin Panas, Kylian Mbappe Gugat PSG Rp5 Triliun
Poin Penting
|
PARIS, investortrust.id — Sengketa hukum antara Kylian Mbappe dan mantan klubnya, Paris Saint-Germain (PSG), memasuki fase baru setelah kedua pihak sama-sama menaikkan nilai tuntutan ganti rugi dalam persidangan industrial di Paris awal pekan ini.
Kasus ini bermula tahun lalu ketika Mbappe pindah ke Real Madrid dengan status bebas transfer setelah kontraknya di PSG habis. Penyerang 26 tahun itu kemudian menuntut pembayaran gaji tertunda 55 juta Euro (Rp1,069 triliun).
Ini menjadi noda yang kurang baik karena Mbappe memperkuat PSG pada 2017–2024, mencatat 256 gol dan 110 assist dari 308 pertandingan, serta meraih setidaknya 15 trofi domestik. Dia juga menjadi top skor Ligue 1 enam musim beruntun dan top skor Liga Champions 2023/2024.
Baca Juga
Pihak Mbappe kini menaikkan nilai gugatannya menjadi 260 juta Euro (Rp5 triliun). Angka tersebut mencakup kompensasi gaji, bonus, pesangon, hingga tuntutan atas dugaan pelecehan moral, pekerjaan yang tidak dilaporkan, serta pelanggaran itikad baik klub.
“Kylian Mbappe tidak menuntut apa pun di luar apa yang telah ditetapkan hukum. Ia hanya ingin hak-haknya ditegakkan sebagaimana karyawan lain,” bunyi pernyataan penasihat hukumnya, dilansir ESPN.
Tak tinggal diam, PSG juga menaikkan tuntutan balik menjadi 440 juta Euro (Rp8,5 triliun). Klub menyebut nilai tersebut mencakup kerugian finansial karena Mbappe hengkang tanpa biaya transfer, termasuk potensi pemasukan 180 juta Euro (Rp3,5 triliun) yang hilang saat menolak tawaran Al Hilal pada 2023.
PSG menuding Mbappe melanggar itikad baik dalam negosiasi dan kinerja kontrak, serta menyebabkan kerusakan reputasi klub. Mereka juga mengklaim memiliki bukti bahwa sang pemain menyembunyikan keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak selama hampir 11 bulan, sehingga menghilangkan peluang klub mengatur transfer.
“Pemain tersebut kemudian menggugat kesepakatan lisan Agustus 2023 yang mengatur pengurangan gaji jika ia memilih pergi secara gratis,” tulis PSG dalam pernyataan di situsnya.
Tim Mbappe kemudian membantah klaim PSG dan menyatakan klub tidak pernah menunjukkan bukti adanya kesepakatan untuk mengabaikan pembayaran gaji. Mereka juga memprotes perlakuan PSG saat Mbappe dibekukan di awal musim 2023/2024, yang disebut sebagai bentuk pelecehan moral.
Sekarang, semua orang menanti hasil akhir masalah ini. Sebab, putusan pengadilan diperkirakan keluar pada Desember mendatang.
Baca Juga
🚨 𝗕𝗥𝗘𝗔𝗞𝗜𝗡𝗚: Kylian Mbappé is demanding €240 MILLION from PSG.
— The Touchline | 𝐓 (@TouchlineX) November 17, 2025
PSG are demanding €180 MILLION from him for lying by promising he wouldn't leave without any contract.
— @le_Parisien pic.twitter.com/xPTzwK4c0p

