PSG Bisa Hemat Rp 1,3 Triliun Jika Kylian Mbappe Pergi? Begini Hitungannya
PARIS, investortrust.id – Paris Saint-Germain (PSG) justru akan menghemat anggaran hingga 80 juta Euro (Rp 1,3 triliun) jika Kylian Mbappe tidak bersedia melakukan perpanjangan kontrak dan memilih pergi. Kok, bisa? Begini hitungannya.
Setiap jendela transfer dibuka, Kylian Mbappe selalu menjadi properti panas. Megabintang Prancis itu dihubungkan dengan beberapa klub kaya, khususnya Real Madrid.
Setelah musim lalu rencana Los Blancos meminang Kylian Mbappe berantakan, pintu gerbang bisa terbuka musim ini. Entah pada jendela transfer musim dingin atau musim panas, peluang mantan penyerang AS Monaco meninggalkan Parc des Princes besar sekali. Kabarnya, pemuda berusia 25 tahun itu enggan memperpanjang kontrak.
Baca Juga
Mario Kempes Sebut Rakyat Argentina Harus Berterima Kasih kepada Lionel Messi
Dengan kontrak yang akan berakhir pada 30 Juni 2024, kepergian Kylian Mbappe berarti PSG tidak akan mendapatkan dana transfer. Itu berarti Les Parisiens akan rugi besar.
Benarkah? Ternyata tidak. Dengan maupun tanpa kontrak baru, PSG tetap akan mendapatkan keuntungan dari Kylian Mbappe. Dilaporkan Tribuna, PSG bisa mendapatkan 70-80 juta Euro (Rp 1,1-1,3 triliun) jika Kylian Mbappe tidak bersedia memperpanjang masa edar.
Angka fantastis itu didapatkan dari salah satu klausul kontrak lama Kylian Mbappe. Klausul itu disebut “bonus loyalitas”. Maksudnya, PSG otomatis harus membayarkan uang sebanyak itu jika kontrak baru berdurasi minimal lima tahun diteken.
Bonus loyalitas yang otomatis diterima Kylian Mbappe akan berjumlah maksimal karena selama ini memberi kontribusi terbaik. Statistik menunjukkan, dia telah mencetak 237 gol dan 101 assist dari 284 penampilan di seluruh kompetisi. Dia adalah top skor sepanjang masa Les Parisiens.
Baca Juga
Tidak Pikirkan Quadruple, Joe Gomez Sebut Liverpool Melangkah Setahap demi Setahap

