AKSSI: Dunia Kreator Indonesia Perlu Diatur secara Serius demi Medsos yang Sehat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Kreator Konten Seluruh Indonesia (AKKSI), Helmy Yahya menilai dunia kreator di Indonesia perlu segera diatur secara serius. Maraknya hoaks, fitnah, dan penyalahgunaan konten orang lain merupakan pertanda lemahnya tata kelola media sosial (medsos).
Menurut Helmy, pemerintah harus hadir membuat regulasi agar ekosistem digital tidak semakin kacau. Indonesia bisa mencontoh China dan Australia yang telah menerapkan pembatasan penggunaan medsos untuk anak-anak.
Baca Juga
Menkomdigi Ajak Orang Tua Tunda Akses Medsos Anak dengan Perkuat Literasi Digital
“Kalau diatur dengan benar, 17 juta kreator konten bisa menjadi kekuatan ekonomi luar biasa,” ujar Helmy dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (14/7/2025).
Namun demikian, Helmy Yahya menekankan pentingnya perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual dan pembinaan etik bagi kreator. Banyak kreator yang mengambil jalan viral tanpa memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat.
AKKSI, kata Helmy, turut mendorong klasifikasi adil antara lembaga penyiaran dan kreator individu dalam revisi UU Penyiaran. Mekanisme pengawasan harus proporsional dan tidak mengekang kebebasan berekspresi.
Baca Juga
Kemkomdigi akan Sanksi Platform yang Biarkan Anak-anak Bikin Akun Medsos
Helmy Yahya mengungkapkan, selain perlindungan hukum, AKKSI fokus pada edukasi dan pelatihan kreator agar lebih bertanggung jawab. Mereka juga membuka diri untuk berkolaborasi dengan lembaga negara lewat tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) atau dana sosialisasi dari kementerian.
Helmy menyatakan, banyak kreator menjadi korban pelintiran konten atau pencurian ide tanpa perlindungan hukum yang memadai. “Kami ingin bargaining power lebih kuat terhadap platform digital,” tegas pria yang dijuluki Raja Kuis Indonesia itu.

