Tersangkut Match Fixing di Liga 2 2018, PSS Sleman Terancam Degradasi Paksa
JAKARTA, investortrust.id – PSS Sleman terancam degradasi paksa ke Liga 2 setelah tersangkut kasus match fixing 2018. Itu terjadi saat Super Elang Jawa bermain di Liga 2 menghadapi Madura FC.
PSS Sleman dalam bahaya besar berdasarkan laporan yang didapatkan Komdis PSSI dari Satgas Antimafia Bola Mabes Polri. Mereka menemukan bukti yang cukup terkait adanya pengaturan skor saat PSS Sleman menghadapi Madura FC di Liga 2, lima tahun lalu.
Sesuai aturan yang berlaku, PSS Sleman terancam pengurangan poin sekaligus degradasi secara otomatis ke Liga 2. Klub dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu juga bisa mendapatkan sanksi tambahan berupa denda hingga Rp 150 juta.
Baca Juga
Pelaku Match Fixing Ditangkap Polri, Erick Thohir: Sikat dan Tidak Pandang Bulu!
“Saya berharap tindakan penegakan dan penerapan hukum bagi pihak-pihak yang ingin menghancurkan sepak bola Indonesia ini membuat efek jera, sekaligus menjadi sinyal bahwa PSSI, Polri, dan Satgas Antimafia Bola sangat serius,” ujar Ketua Umum PSSI merespons temua Polri.
“Saya ingin klub-klub peserta semua kompetisi liga juga hati-hati. Sebab, klub bisa kena hukuman jika terlibat match fixing,” tegas Erick Thohir.
Selain PSS Sleman, Persikabo 1973 juga terancam hukuman berat. Bedanya, Laskar Padjajaran tidak terlibat match fixing. Klub yang berbasis di Stadion Pakansari itu dinyatakan terbukti menerima uang sponsor dari situs judi online. Hukumannya, denda dan pengurangan poin.
Baca Juga
Persiapan Piala Asia, Timnas Indonesia Terbang ke Turki untuk Pemusatan Latihan

