Diduga Langgar Financial Fair Play, Nottingham Forest Terancam Hukuman Berat
NOTTINGHAM, investortrust.id – Kasus pelanggaran regulasi Financial Fair Play (FFP) sedang menghantui Nottingham Forest. The Forest dituding melanggar aturan keuangan dan terancam sanksi dari Liga Premier.
FFP telah menjadi hantu yang menakutkan banyak klub sepak bola profesional di Eropa. Di Inggris misalnya, klub-klub seperti Manchester City dan Chelsea berada dalam penyelidikan ketat terkait masalah finansial, khususnya belanja pemain.
Sebelum ini Everton dinyatakan melanggar aturan profitabilitas dan keberlanjutan Liga Premier. The Toffees mendapatkan sanksi pengurangan 10 poin.
Kini, kasus yang sama menimpa Nottingham Forest. Mereka dituduh melanggar aturan yang sama dengan Everton. Laporan The Times mengklaim The Forest melanggar batas kerugian klub yang tidak boleh mencapai 35 juta Poundsterling per musim atau 105 juta Poundsterling dalam tiga tahun periode.
Baca Juga
Beruntung! 3 Klub Liga Premier yang Tidak Diganggu Piala Asia dan Piala Afrika
Saat musim promosi, Nottingham Forest disebut mengalami kerugian 45,6 juta Poundsterling. Dua musim sebelumnya mereka merugi 34,4 juta Poundsterling dan 15,5 juta Poundsterling. Ini terjadi karena 43 pemain didatangkan Nottingham Forest setelah promosi ke Liga Premier dengan dana lebih dari 250 juta Poundsterling.
Nottingham Forest terancam hukuman yang sama dengan Everton karena di bawah sistem baru, pelanggaran langsung akan dilacak dengan cepat dengan pengurangan poin bisa diterapkan pada musim ini.
Berdasarkan peraturan, semua klub harus menyerahkan laporan keuangan untuk musim 2022/2023 paling lambat tanggal 31 Desember 2023. Dan, segala tuduhan akan diumumkan paling lambat 14 Januari 2024.
Klub yang terbukti melanggar peraturan memiliki waktu dua minggu untuk meresponsnya. Sidang selanjutnya yang dilakukan oleh Komisi Independen harus diselesaikan paling lambat 8 April 2024.
Baca Juga
Selamat dari Krisis Cedera, Real Madrid Kokoh di Puncak Setelah Kalahkan Real Mallorca

