Legitnya Kue Brownies, Gadis Bali Ini Raup Omzet hingga Rp 1 Miliar per Bulan
JAKARTA, investortrust.id – Aromanya yang menggoda, tekstur yang padat, menjadikan brownies hidangan yang sulit ditolak. Saat dipotong, permukaannya yang sedikit retak mengisyaratkan bagian dalam yang moist di mulut. Setiap gigitannya menyajikan perpaduan sempurna dan menciptakan harmoni yang memanjakan lidah.
Manis, legit, dan begitu memanjakan tak heran jika brownies selalu menjadi favorit banyak orang. Tak terkecuali bagi warga Bali saat mencicipi Orlenalycious, brownies yang kini tengah viral di Pulau Dewata tersebut.
Founder & Director Orlenalycious Putu Metta Puspita Dewi menyebut, dalam sehari ia bisa menjual lebih dari 500 brownies. Omzetnya per bulan bisa sampai Rp 400 juta sampai Rp 500 juta, bahkan Rp 800.000 juta sampai Rp 1 miliar per bulan kalau ada acara.
“Di Denpasar, Orlenalycious dikenal sebagai camilan yang sering dijadikan gifting. Biasanya kalau Valentine, Galungan Kuningan di Bali itu bisa naik sampai berkali-kali lipat. Di Ramadan, Natal, dan tahun baru juga naiknya banyak. Dari packaging kita lumayan, jadi marjinnya besar juga,” ujar perempuan kelahiran Denpasar, 30 November 2023 itu ke Investortrust, saat ditemui di acara KapanLagi Buka Bareng BRI Festival 2025, Jakarta, Sabtu (15/3/2025).
Kini kue yang ia jual dengan tagline ‘Bites of Happiness’ menyediakan 22 varian rasa. Beberapa di antaranya adalah kitkat almond chocochips, blueberry cheese, dan nutella ovomaltine. Harga jual yang dipatok masih ramah kantong dari Rp 35.000 sampai Rp 105.000.
"Bites of happiness itu berarti kami berharap customer bahagia saat mengkonsumsi brownies Orlenalycious,” imbuhnya.
Baca Juga
Omzet Ratusan Juta, UMKM Brownies Coklat Bluebery Lolos dari Krisis Pandemi
Foto: Investortrust/Lona Olavia
Kebahagiaan itu nampaknya ada di sosok mungil ini, Achiera Rauli (6). “Aku minta beli brownies soalnya enak, sukanya yang rasa coklat,” ucapnya yang datang bersama tante dan omnya ke acara festival Ramadan terbesar ibu kota itu.
Metta menceritakan, mulai sejak usia 15 tahun ternyata berasal dari tantangan keluarga untuk terjun ke bisnis food and beverage. Bukan tanpa sebab, ia ternyata punya hobi berjualan sejak di bangku sekolah. Metta lantas melakukan riset dan menemukan minat masyarakat mengkonsumsi brownies tinggi, tapi sayangnya harganya mahal. Lantas dengan tekad dan kreativitasnya, ia berhasil mengembangkan produk brownies yang tidak hanya lezat, tapi juga unik.
Bisnis pun berkembang, Orlenalycious kini mampu mempekerjakan 35 orang dan memproduksi hingga 200 brownies per hari dengan varian unggulan. Orlenalycious bahkan sudah memiliki lima cabang di Kota Denpasar, Bali. Dua outlet berada di Living World dan ICON Bali. Tiga toko di area rumah toko (ruko) Jalan Padangsambian, Sidakarya dan Jalan Akasia.
“Kalau orang ke Bali, kita inginnya kalau mau brownies top of mind-nya itu Orlenalycious,” ungkap alumnus Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali dan HELP University tersebut.
Foto: Investortrust/Lona Olavia
Juara Pertama
Lanjut cerita, Metta mengikuti Program Pengusaha Muda BRILiaN (PMB) yang digelar tahun 2023 lalu. Metta berhasil menjadi pemenang pertama meraih hadiah Rp 100 juta.
“Saya bisa menang karena mungkin aku setiap bulan ada track progress-nya. Saya benar-benar ikuti semua kegiatan dan benar memang membantu usaha sekali. Semua tugas-tugasnya juga saya kerjakan hingga signifikan efeknya kelihatan,” ujarnya.
Perempuan yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial ini pun mengaku ada kenaikan omzet sampai 30% setelah mengikuti PMB. Sebab dalam ajang itu, ia mendapatkan ilmu tentang bisnis lebih mendalam dan peluang kolaborasi dengan pengusaha atau merek besar. Bahkan dibantu punya hak merek dagang dan sertifikat halal.
Melalui program ini, saya mendapatkan berbagai pelatihan bisnis, serta mentoring yang meningkatkan brand awareness dan strategi pemasaran. Berkat BRI aku juga punya legalitas punya HAKI dan sertifikat halal. Terus mindset bisnis seperti apa, bagaimana cara inovasi produk. Pandangan-pandangan ini tidak bisa aku beli,” ujar perempuan berambut panjang itu.
Meskipun banyak peluang berkembang, saat ini fokus utama Orlenalycious adalah meningkatkan profitabilitas bisnis, serta merancang pembangunan pusat dapur yang lebih luas. Sebab, dengan kapasitas produksi yang semakin meningkat, Orlenalycious tidak hanya ingin menjadi produk oleh-oleh khas Bali, tapi juga menjadi camilan premium yang dikenal luas di Indonesia.
“Target tahun ini perluas central kitchen karena yang sekarang ini 4 are sudah kekecilan. Ke depan, saya berencana untuk terus mengembangkan Orlenalycious dengan strategi B2B, serta kolaborasi dengan berbagai event dan wedding planner,” kata Metta yang mengaku ingin meminjam Rp 500 juta ke BRI sebagai bagian dari rencana tersebut.
Foto: Dok. BRI
Tak Sekedar Fungsi Intermediasi
Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto mengungkapkan bahwa sebagai bank yang fokus di UMKM, perseroan tidak ingin hanya menjalankan fungsi intermediasi saja.
“BRI ingin memberdayakan dan menaikkelaskan UMKM melalui berbagai inovasi, di antaranya melalui UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR sebagai program yang sudah dihadirkan BRI sejak 2019,” ujarnya.
Seperti diketahui, ajang BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR diselenggarakan sebagai sarana business matching antara UMKM Indonesia dengan konsumen luar negeri. Dengan adanya program ini diharapkan mampu menumbuhkembangkan pelaku UMKM dan meningkatkan ekspor nasional.
Amam menjabarkan bahwa nilai kesepakatan melalui business matching di ajang BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR pun terus bertambah. Pada 2019 sebesar US$ 33,5 juta dan tahun 2025 ini diharapkan tembus US$ 89 juta.
Pria yang pernah menjabat sebagai sekretaris perusahaan BRI ini menambahkan, melalui BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR, diharapkan pelaku UMKM dapat meningkatkan nilai tambahnya sehingga dapat memberikan pekerjaan kepada masyarakat sebagai salah satu jalan mencapai kesejahteraan.
“UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR adalah wujud keseriusan BRI, sebagai bank yang memang fokus mengembangkan bisnis UMKM di Indonesia melalui pembinaan dan pemberdayaan,” kata alumnus The University of Adelaide, South Australia angkatan 2024 tersebut.
Tujuannya, kata Amam, BRI tidak ingin berhubungan bisnis dengan nasabah hanya di satu titik saja. “Tapi kita ingin berhubungan dengan nasabah itu juga dengan cara yang sustainable. Yang nantinya ke depan bisa tumbuh bersama,” tuturnya.
BRI pun berharap semakin banyak UMKM yang menjadi peserta BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR. Selain karena dapat mendorong ekspor, UMKM yang pernah mengikuti ajang ini dapat menularkan semangat kepada UMKM-UMKM milenial yang ada di daerah. Peserta UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR pun akan berada dalam ekosistem atau komunitas yang sama sehingga tetap akan melakukan sharing informasi terkait keberlanjutan usahanya ke depan.
“Dan yang kita harapkan memang bisa membawa UMKM-UMKM Indonesia yang memang menjadi binaan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR ini dapat terus meningkatkan usahanya untuk terus naik kelas,” pungkas Amam yang merupakan pejabat karir BRI sejak 1991.

