Berkat KUR BRI, Pelaku UMKM Garut Raup Omzet hingga Rp 300 Juta per Bulan
GARUT, investortrust.id - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah berhasil membuat usaha masyarakat bernama Astiga Leather sukses. Bahkan, usaha ini bisa mencetak omzet atau total hasil penjualan sebesar Rp 300 juta per bulan.
Kendati demikian, Pemilik Astiga Leather Luthfi Muhammad Sidik menyebutkan omzet pada masa-masa awal usahanya hanya mencapai Rp 100 juta. Kemudian mengalami fluktuatif, terutama saat pandemi Covid-19 menyerang Tanah Air beberapa tahun lalu.
“Kalau untuk sekarang omzetnya di atas Rp 200-Rp300 juta per bulan,” ucapnya saat acara Monitoring dan Evaluasi Debitur KUR bersama Dharma Wanita Kemenko Perekonomian di Garut, Jawa Barat, Kamis (2/5/2024).
Untuk bisa mengembangkan usahanya hingga mencapai omzet senilai itu, Luthfi pun menceritakan bahwa dirinya mendapatkan KUR dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp 500 juta pada 2014 silam dengan tenor selama 3 tahun dan bunga 6%.
Tak sampai di situ, ia juga memutuskan untuk mengambil KUR komersial yang masih berasal dari BRI, yakni sebesar Rp 1 miliar. Kemudian, saat ini yang masih berjalan adalah pinjaman senilai Rp 5 miliar dengan tenor 5 tahun.
Baca Juga
BRI Terus Perluas Program “BRI Peduli Ini Sekolahku” untuk Kemajuan Pendidikan Indonesia
Dengan usahanya yang terus berkembang, Luthfi pun mengungkapkan hingga saat ini Astiga Leather yang menjual ragam jaket kulit dan produk fashion hingga aksesoris kini mempunyai sebanyak 30 pegawai, dan mampu mengekspor bahan baku dari produknya ke Jepang.
“Kalau untuk yang Jepang itu di furnitur, pengadaan bahan baku saja untuk bantal dan sebagainya, bantal kulit untuk yang Jepang,” terang Luthfi.
Selain itu, pria berusia 32 tahun tersebut pun mengatakan bahwa dirinya sedang melakukan penjajakan dengan negara-negara di Eropa guna melakukan ekspor produknya. Namun, untuk saat ini ia belum bisa menjelaskan lebih rinci terkait penjajakan yang sudah dilakukan.
“Namun itu baru penjajakan sampai saat ini, jadi baru sample-sample dan permintaanya, belum langsung ke luar. Jadi masih penjajakan karena biasanya ada beberapa revisi dan perubahan-perubahan dan sebagainya,” tandasnya.
Baca Juga
Bertemu CEO Microsoft, Dirut BRI Sunarso Bahas Akselerasi Inklusi Keuangan

