Siapa Mikheil Kavelashvili? Eks Manchester City Bikin Krisis Politik Georgia Tambah Parah
TBILISI, investortrust.id – Krisis politik di Georgia semakin parah setelah eks Manchester City Mikheil Kavelashvili dipilih secara otoriter menjadi presiden melalui voting 224 dari 225 anggota parlemen.
Georgia dilanda krisis politik parah terkait pro dan kontra bergabung dengan Uni Eropa. Rakyat dan kelompok oposisi turun ke jalan setelah partai penguasa Georgian Dream-Democratic Georgia (GD) mengabaikan permintaan bergabung ke Uni Eropa.
Krisis berlanjut setelah pemilihan umum pada 26 Oktober 2024. Pihak oposisi merasa ada kecurangan saat partai pemerintah memenangkan 53,93% suara di parlemen. Pertarungan memperebutkan kursi parlemen penting. Sebab, konstitusi Georgia memberi kewenangan besar parlemen untuk memilih Presiden.
Baca Juga
Punya Ball Possession 76% dan 13 Tembakan, Arsenal Gagal Kalahkan Everton
Dengan kewenangan itulah, pada Sabtu (14/12/2024), parlemen memutuskan memilih eks pemain Manchester City Mikheil Kavelashvili sebagai presiden. Dia menjadi satu-satunya calon yang diajukan setelah empat kelompok opsisi utama memboikot.
Pemilihan Mikheil Kavelashvili langsung disusul demonstrasi di sejumlah kota besar di Georgia. Bahkan, sejak dini hari sebelum pemilihan, ribuan orang sudah memadati parlemen menyuarakan penolakan terhadap Mikheil Kavelashvili sekaligus menyerukan bergabugnya Georgia dengan Uni Eropa.
Lalu, siapa Mikheil Kavelashvili? Berposisi sebagai penyerang, Mikheil Kavelashvili punya 46 caps dan 9 gol bersama Georgia pada 1991-2002. Dia aktif di tim nasional bersama nama-nama legendaris Georgia seperti Shota Arveladze, Temur Ketsbaia, dan Kakha Kaladze.
Seperti kebanyakan pemain ternama Georgia, Mikheil Kavelashvili juga memulai karier dari Dinamo Tbilisi. Setelah 132 pertandingan dan 80 gol di Liga Premier Goergia, Mikheil Kavelashvili mulai menjalani trial di Manchester City pada 1 Maret 1996.
Mikheil Kavelashvili melakoni debut bersama Manchester City pada 6 April 1996 dengan mencetak gol dalam pertandingan derby melawan Manchester United. Setelah Manchester City terdegradasi, dia bermain dalam 24 pertandingan dengan mengemas 2 gol di Football League First Division (kasta kedua).
Jumlah tersebut tidak cukup untuk mendapatkan perpanjangan izin kerja sehingga Mikheil Kavelashvili dipinjamkan ke Grasshoppers Zurich. Di sana, dia memenangkan Liga Super Swiss 1997/1998. Sejak saat itu, dia menghabiskan sebagian besar karier sepak bolanya di Swiss, bermain untuk FC Zurich, FC Luzern, FC Sion, hingga Aarau.
Aarau sempat meminjamkan Mikheil Kavelashvili ke Alania Vladikavkaz di Rusia pada musim gugur 2004. Tapi, dia kembali ke Swiss untuk membela FC Basel setelah hanya bermain dalam tujuh pertandingan. Dia pensiun sebegai pemain FC Basel dengan catatan 26 pertandingan dan 12 gol.
Setelah pensiun, Mikheil Kavelashvili terjun ke politik. Pada 2016, dia terpilih jadi anggota parlemen dari Georgian Dream-Democratic Georgia (GD). Tapi, pada 2022, dia keluar dan membuat partai baru Bernama People’s Power. Ini adalah partai yang menolak Uni Eropa dan cenderung pro Rusia.
Pada pemilihan umum 2024 yang kontroversial itu, People’s Power bergabung dengan koalisi Georgian Dream-Democratic Georgia (GD) untuk mencalonkan Mikheil Kavelashvili sebagai presiden.
Baca Juga
Main 10 Orang, Liverpool Ditahan Imbang Fulham di Liga Premier

