Waspada, Perut Buncit Bisa Menyebabkan Demensia!
JAKARTA, investortrust.id -- Sudahkah Anda mengukur lingkar pinggang baru-baru ini? Jika belum, segera periksa menggunakan pita pengukur, letakkan di bagian tengah tubuh, dan ukur. Pengukuran ini dapat terkait dengan ukuran dan kesehatan otak Anda.
Fakta penting yang perlu diketahui adalah sebagian besar lemak tubuh, baik lemak subkutan maupun visceral, tersimpan di daerah perut.
Jika lingkar pinggang melebihi 88 sentimeter (35 inci) untuk wanita dan 102 sentimeter untuk pria, risiko peradangan dalam tubuh meningkat dan penumpukan protein amiloid, yang merupakan penanda Alzheimer, dapat terjadi di otak.
Kedua faktor ini diyakini memengaruhi hipokampus, pusat memori otak. Efek ini terutama berlaku pada wanita, yang memiliki risiko lebih tinggi terkena Alzheimer setelah menopause karena kadar estrogen menurun, yang tampaknya memengaruhi distribusi lemak dalam tubuh.
Sebuah penelitian pada 2020 menemukan bahwa kelebihan lemak perut dapat meningkatkan risiko demensia sebesar 39% dalam waktu 15 tahun dibandingkan dengan mereka yang memiliki lingkar pinggang normal.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang dengan tingkat lemak perut yang tinggi juga memiliki risiko lebih besar mengalami atrofi otak seiring bertambahnya usia.
Dr. Cyrus Raji, seorang asisten profesor radiologi dan neurologi di Fakultas Kedokteran Universitas Washington dan salah satu penulis studi tersebut, menjelaskan bahwa peningkatan lemak perut diduga terkait dengan penyusutan otak karena kelebihan lemak dapat meningkatkan peradangan di tubuh.
"Peningkatan peradangan ini, terutama jika bersifat kronis, terkait dengan peningkatan atrofi otak," ujar Raji dikutip dari SCMP, yang menyoroti alasan mengapa kelebihan berat badan pada usia paruh baya dapat berkontribusi pada risiko demensia di kemudian hari.
Berikut 5 tips untuk memangkas belly fat untuk menghindari penyusutan otak:
1. Konsumsi berbagai macam sayuran, protein tanpa lemak, dan lemak sehat, serta hindari makanan olahan yang tinggi garam dan gula.
2. Coba intermittent fasting untuk membantu tubuh memobilisasi dan menghilangkan sel-sel lemak yang rumit.
3. Rutin lakukan latihan ketahanan dan kardio beberapa kali seminggu untuk membantu membakar lemak dan meningkatkan metabolisme.
4. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup setiap hari. Hindari memainkan smartphone yang bisa membuat kerusakan pada retina mata.
5. Kelola stres Anda dengan baik, karena tingkat stres yang tinggi dapat meningkatkan kadar lemak visceral dalam tubuh.(CR-12)

