Peringatan HKD 2024, Kepala BKKBN Beberkan Kemajuan Bidang Kependudukan RI
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebutkan, berkat konsistensi pelaksanaan program KB hampir lima dekade di Indonesia, total fertility rate (TFR) telah mencapai 2,14.
Di samping itu, dokter Hasto juga memaparkan, Angka Kematian Ibu (AKI) menurun signifikan menjadi 189 per 100.000 kelahiran hidup. Kemudian Angka Kematian Bayi (AKB) menurun signfikan menjadi 16,86 per 1000 kelahiran hidup
Penyebab utama kematian ibu bervariasi, mulai dari faktor kesehatan sampai sosial ekonomi, perkawinan dan kehamilan usia remaja,” ujar dokter Hasto dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu, (31/7/2024).
Baca Juga
Kepala BKKBN Beri Contoh Makanan Bergizi Tinggi dengan Harga Terjangkau
Kemajuan bidang kependudukan di Indonesia tadi disampaikan Hasto dalam peringatan Hari Kependudukan Dunia (HKD) tahun 2024, bertemakan "Menyatukan Kekuatan Data Inklusif Menuju Masa Depan yang Tangguh dan Adil Untuk Semua."
Menurut dokter Hasto, Hari Kependudukan Dunia (HKD) 2024 adalah kesempatan untuk menggaungkan lagi perbaikan dalam pengumpulan dan analisis informasi, sekaligus untuk melakukan intropeksi.
“Apakah semua orang sudah tercakup dalam data intervensi kita, apakah pengumpulan data kita aman, apakah data yang kita miliki sudah akurat?" papar dokter Hasto melempar tanya.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mengadvokasikan ketersediaan data yang dapat diandalkan dan inklusif untuk memastikan pembangunan yang tidak meninggalkan siapa pun.
Selain itu, kegiatan tersebut diusung untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya data dalam memastikan pemenuhan hak asasi manusia, terutama untuk kelompok yang paling rentan seperti perempuan dan anak perempuan.
Hadir pada kesempatan ini UNFPA Indonesia Representative, Hassan Mohtashami. Dalam sambutannya dia menyampaikan bahwa, HKD 2024 adalah seruan untuk bertindak untuk memastikan sistem data memperhitungkan seluruh keragaman manusia.
Baca Juga
BKKBN Optimistis Prevelensi Stunting di Sulut Turun Jadi 15,4%
Sehingga, lanjutnya, setiap orang tercatat dapat menggunakan hak-hak mereka, dan mencapai potensi penuh, di dunia yang semakin tidak dapat diprediksi, data kependudukan yang dapat diandalkan menjadi sangat penting, dan harus digunakan untuk menjangkau dan menanggapi kebutuhan mereka yang tertinggal.
“Hasil penelitian UNFPA yang menunjukkan bahwa di 25 negara, perempuan yang paling terpinggirkan hanya mendapat sedikit manfaat dari perbaikan layanan kesehatan, dengan hambatan etnis memainkan peran penting. Hanya sedikit negara yang mampu menangkap data seperti ini,” jelasnya.
Bahkan, di kawasan Amerika, hanya empat dari 35 negara yang mengidentifikasi ras atau etnis perempuan yang meninggal saat hamil atau melahirkan, dan hanya 11 negara yang mengumpulkan data kesehatan ibu yang dipilah berdasarkan ras. Dari 80 negara yang diteliti dalam makalah tahun 2018, hanya 16 negara yang memiliki data tentang kesehatan ibu perempuan adat.
Lebih lanjut, Pj. Gubernur Banten, Dr. Al Muktabar, M.Sc, yang juga hadir mengatakan pihaknya telah mengimplementasikan e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat), dengan serius sehingga balita di provinsi Banten sejumlah 870 ribu lebih sudah ditimbang dan diukur 100%. Atas data itu, Banten telah memiliki data by name by address.
"Ini best practice yang kita setiap saat akan bisa mengunjunginya (calon pengantin, anak dan ibu hamil berpotensi stunting). PKK beserta posyandu memiliki aplikasi real time untuk memantau perkembangan anak stunting. Dengan terapi yang kita lakukan, dibuat dapur PKK sekaligus edukasi di sana agar ibu-ibu muda punya kemampuan dalam rangka menyuguhkan gizi pada anak," ujar Al Muktabar.

