Kepala BKKBN Ingatkan Pentingnya Kesiapan Ekonomi dan Mental Sebelum Menikah
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Hasto Wardoyo, menyampaikan setiap pasangan harus memastikan telah memiliki kesiapan sosial ekonomi sekaligus mental yang sehat sebelum ke jenjang pernikahan.
Kesiapan tersebut penting untuk menciptakan keluarga dan generasi yang sehat, cerdas, terampil, produktif dan sejahtera.
Dokter Hasto mengingatkan, hal itu sulit tercapai dalam perkawinan usia dini. Sehingga, untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa diperlukan upaya pendewasaan usia perkawinan.
“Menyiapkan prekonsepsi lebih penting bagi calon pengantin daripada prewedding,” ujar dokter Hasto pada keterangan resmi yang dikutip Rabu (24/7/2024).
Baca Juga
BKKBN Rilis 'Population Clock' di Maluku Utara, Begini Fungsinya
Ia juga mengingatkan akan pentingnya persiapan prakehamilan (prekonsepsi). Proses identifikasi berbagai risiko, seperti risiko sosial, perilaku, lingkungan, dan biomedis terhadap kesuburan dan perkembangan kehamilan sangat dibutuhkan.
Melalui pendidikan, konseling, dan intervensi pra kehamilan yang tepat, kesehatan ibu dapat terjaga yang mana dapat mencegah risiko stunting pada anak yang akan dilahirkan.
Percepatan penurunan stunting merupakan program BKKBN yang diarahkan untuk menciptakan SDM berkualitas. Selain juga ada program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana
Menurut dokter Hasto, stimulasi psikososial yang tidak memadai menyebabkan kurangnya input pada otak anak. Ditambah kurangnya asupan gizi mengakibatkan volume otak menjadi lebih kecil dari anak yang sehat atau disebut stunting.
Baca Juga
Waspada! BKKBN Sebut 74% Remaja Sudah Berhubungan Seksual di Usia 15-19 Tahun
“Stunting itu pendek, tapi pendek itu belum tentu stunting,” tuturnya.
Selain faktor infeksi berulang, penyebab stunting, juga dipengaruhi karena asupan gizi yang tidak optimal pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan Juga karena asupan ASI (Air Susu Ibu) tidak sesuai kebutuhan balita, asupan nutrisi tidak sesuai kebutuhan nutrisi pada saat pemberian makanan pendamping ASI.
Selain itu, asupan nutrisi tidak sesuai kebutuhan nutrisi pada saat pemberian makanan pendamping ASI, dan pola asuh yang mengakibatkan balita tidak mendapatkan makanan yang menunjang kesehatannya, dan kondisi lain yang mengakibatkan anak sering sakit.
Modifikasi dalam membuat menu untuk balita sesuai menu yang diminati tetapi menggunakan bahan yang memiliki kandungan protein tinggi yang dibutuhkan anak, merupakan salah satu cara mencegah anak dari kekurangan nutrisi yang berakibat stunting.
Penyiapan sebelum pernikahan juga perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan stunting. “Laki-laki yang sudah mempersiapkan diri dengan baik akan minum Vitamin C dan mengkonsumsi Zinc selama 75 hari sebelum konsepsi untuk meningkatkan kualitas sperma,” terangnya.

