Bali dan Yogyakarta Sudah Buktikan, Wisata Budaya Punya Nilai Jual Tinggi
JAKARTA, investortrust.id - Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Arif Suharso menyebut, wisata budaya memiliki nilai jual yang tinggi dan dihargai oleh masyarakat dunia. Menurutnya, Bali dan Yogya adalah dua wilayah yang sudah membuktikan kalau wisata budaya punya potensi besar.
“Kita patut berbahagia bahwa Desa Panglipuran baru kemarin tanggal 19 Oktober mendapat penghargaan Best Tourism Village dari PBB. Ini kebanggaan kita semua, karena apa? Bukan karena destinasi objek wisatanya, tapi kegiatan budaya masyarakatnya,” kata Arif Suharso dalam RDPU Panja RUU Kepariwisataan, Selasa (28/11/2023).
Arif Suharso menerangkan, di Desa Panglipuran juga terdapat pemeliharaan rumah bambu. Sebagai rumah bambu yang bagus, ada sumber bambunya yang dipelihara, yang disebut dengan hutan bambu. Meski ukurannya kecil, tapi itu dinilainya menjadi magnet wisata.
Baca Juga
DPR Tegaskan Budaya Harus Jadi Bagian Penting dari Pariwisata
Beralih ke Yogya, Arif Suharso memaparkan Desa Wisata Giriloyo. Itu merupakan sebuah desa wisata yang memberdayakan komunitas masyarakat pembatik setempat dan melestarikan seni tradisi warisan budaya Jawa.
“Kami kemarin berlomba dengan Pak Gibran (Rakabuming) di Solo untuk membuat kota kreatif dunia. Basisnya adalah budaya, craft and folk art. Kami bukannya kalah, kami nomor 2 dan Solo kini menjadi kota kreatif dunia,” jelasnya.
Menurut Arif Suharso, kasus di atas memberikan contoh bahwa kota kreatif dengan branding kreatif budaya perlu ditingkatkan dalam revisi undang-undang ini. Karena saat ini ia menilai ikonisasi, budaya, yang bersifat kekotaan belum nampak dalam RUU-nya.
Baca Juga
STC Biak Resmi Dibuka, Jokowi Harap Investasi dan Wisata Meningkat di Papua
Lebih lanjut, Arif Suharso juga membahas soal Tebing Breksi di Yogyakarta. Ia menjelaskan bahwa ISI Yogyakarta bekerja sama dengan masyarakat setempat dalam mengelola tempat wisata tersebut.
“Yang kami kelola bukan tempat wisatanya, tapi kami mengelola penyelenggaraan seni dan budayanya. Termasuk mengangkat bagaimana ciri khas batiknya, budayanya, tariannya. Ini kita angkat sehingga sekarang Tebing Breksi menjadi desa wisata dunia sekarang dan ini yang akan menjadi desa wisata yang insya Allah jadi warisan geologi dunia,” paparnya.
Lebih lanjut Arif Suharso menerangkan bahwa Tebing Breksi kini sudah menjadi lokasi pentas rocker-rocker dunia. Sebab, di tahun 2022 Tebing Breksi dipilih menjadi lokasi konser JogjaROCKarta. “Jadi wisata tidak semata-mata destinasi, tetapi budaya adalah pariwisata yang sesungguhnya,” pungkasnya. (CR-8)
Baca Juga

