Achmad Noufa, Menaburkan Jejak-Jejak Kemanfaatan
INVESTORTRUST.ID - Bagi seorang Achmad Noufa Khoirul Faizun, hidup bukanlah untuk mengejar kesuksesan. Pria kelahiran 21 Mei 1988 di Wonosobo ini tak lelah menikmati keunikan dan merekam pesona karakter setiap sosok yang ditemui.
Wartawan muda andalan media NU Online tersebut sangat terkesan dengan KH Syukron Makmun. Pendiri Pasantren Darul Rahman di Jakarta ini teguh dalam berjuang untuk kebaikan umat.
Alumnus Fakultas Syariah STAI An-Nawawi di Purworejo ini ingin belajar dari tokoh sepuh Nahdlatul Ulama itu. Ia terkesan dengan kegigihan dan konsistensinya dalam mengkritisi kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat, terutama saat rezim Orde Baru.
Baca Juga
Jokowi Ingatkan Semangat Perpres Publisher Rights untuk Tingkatkan Jurnalisme Berkualitas
Nilai-nilai dan semangat kemanusiaan banyak figur yang diwawancarai menjadi tema utama dalam pemberitaan pemuda lajang ini. Pria yang akrab dipanggil Noufa itu yakin, media online merupakan wadah yang tepat untuk karya-karya jurnalisnya.
Dengan didukung teknologi modern, ia lebih efektif meneruskan berita yang bisa mengembangkan kebaikan, membawa inspirasi, sekaligus pelecut semangat. Ini terutama untuk generasi muda, yang menjadi tulang punggung kemajuan bangsa.
Baca Juga
PWI Minta Pemerintah Masukkan Program Pelatihan Jurnalis ke APBN
Tak lupa, pencinta traveling ini juga meluangkan waktu untuk membagikan ide dan pemikiran lebih mendalam lewat buku karyanya. Pada 2016, ia berhasil menerbitkan buku berjudul “Santri Jalanan”, lewat PT Gema Media Wonosobo.
"Bagi saya, hidup bukanlah bagaimana sukses, tapi bagaimana bermanfaat. Itu moto saya," tuturnya kepada Investortrust.id, saat Pelatihan Jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (26/4/2024).

