Kesaksian Pemain Timnas Palestina Mohammed Balah yang Terjebak Perang di Gaza
JAKARTA, investortrust.id – Setelah dua legenda Liga Premier Inggris, Robbie Keane dan Rory Delap; kengerian perang antara Israel dengan Palestina juga diungkapkan pemain Timnas Palestina Mohammed Balah.
Mohammed Majed Mohammed Balah adalah pemain sepak bola internasional Palestina yang bermain untuk Palestina dan baru-baru ini bergabung dengan klub Mesir Al-Masry. Dia memainkan peran sentral sebagai pemain serbabisa di berbagai posisi belakang, tengah, mauun depan.
Mohammed Balah memulai karier sepak bola dengan bermain untuk tim junior Al Sadaqa. Dia kemudian bermain di Yordania untuk Al-Ahli dan Al-Arrouba. Lalu, ke Oman membela Al-Orouba, Saham, dan Al-Suwaiq, sebelum kembali bermain di Palestina bergabung lagi dengan Al Sadaqa.
Baca Juga
Sembunyi di Bunker! Kisah Legenda Liga Premier Terjebak di Konflik Israel-Palestina
Pada September 2021, Mohammed Balah menandatangani kontrak dengan klub Mesir Al Masry yang akan berlangsung selama empat musim hingga 2024/2025.
Pemain yang memiliki Sembilan caps untuk Palestina itu menceritakan melalui Intagram kengerian yang terjadi di negaranya. Mohammed Balah menulis melalui Instastrory bahwa Israel mulai menyerang objek-objek vital dan strategis seperti pembangkit listrik, komunikasi, dan internet.
“Dalam beberapa jam, kita akan terputus dari dunia luar karena pemadaman listrik dan baterai akan kehilangan daya. Israel membom perusahaan telekomunikasi dan internet. Mereka mengebom perusahaan listrik dan pembangkit listrik di jalanan. Generator lainnya tidak memiliki stok solar. Kami akan mati dalam diam, jauh dari dunia dan teman-teman,” tulis Mohammed Balah.
Mohammed Balah juga sempat membagikan video perbedaan siang dan malam di Gaza lewat Instastory. Malam hari di Gaza sangat gelap dengan latar belakang warna oranye yang berasal dari kepulan asap roket. Sedangkan pagi hari menyisakan bangunan-bangunan yang hancur.
Baca Juga
Momen Pemain Timnas Indonesia Jalani Latihan Ringan Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026

