Seperti Liga Champions, Piala Asia Bakal Gunakan Semi-Automated Offside Technology
DOHA, investortrust.id – Seperti yang dilakukan UEFA di Liga Champions, AFC juga akan menerapkan Semi-Automated Offside Technology (SAOT) selama Piala Asia 2023 digelar di Qatar, bulan depan.
Semi-Automated Offside Technology (SAOT) merupakan teknologi canggih yang akan membuat debutnya dan diterapkan pada seluruh 51 pertandingan Piala Asia 2023. Teknologi ini memanfaatkan 12 kamera khusus untuk memantau posisi bola dan pemain di lapangan.
Tujuan utama alat ini adalah untuk meningkatkan akurasi keputusan terkait off-side dalam pertandingan sepak bola. Ini juga akan meminimalisasi protes-protes tidak penting terkait offside.
Cara kerja SAOT sangat canggih. Alat ini menggunakan 12 kamera spesialis untuk memantau secara terus-menerus posisi bola dan pemain di lapangan. Teknologi ini dapat mengukur secara tepat posisi lengan dan beberapa bagian tubuh lainnya yang dapat memengaruhi keputusan offside.
Baca Juga
Termasuk Justin Hubner, Inilah 29 Pemain Timnas Indonesia untuk TC Piala Asia di Turki
Selanjutnya, jika seorang pemain diduga menerima bola dalam situasi offside, sistem akan mengirimkan alert ke Video Assistant Referee (VAR). VAR akan mengecek langsung posisi pemain dan garis offside akan dibuat secara otomatis oleh teknologi SAOT. Lalu, VAR akan memberi tahu wasit di lapangan mengenai hasil pengecekan dan memberikan keputusan akhir kepadanya.
Seperti yang ada di Eropa, SAOT di Piala Asia juga menggunakan tampilan gambar tiga dimensi. Gambar 3D posisi pemain dalam situasi offside akan ditampilkan di layar besar stadion. Tujuannya, penonton dapat melihat secara detail alasan di balik keputusan wasit.
Penerapan SAOT ini merupakan langkah inovatif AFC dalam upaya meningkatkan akurasi dan integritas keputusan ofisial pertandingan. AFC menjadi konfederasi pertama di dunia yang menerapkan teknologi ini pada tingkat turnamen sepak bola level putra.
Teknologi ini menunjukkan komitmen mereka untuk terus memperbaiki standar dalam dunia sepak bola. Sebelumnya, teknologi ini juga telah diterapkan di Liga Champions di Eropa mulai musim 2022/2023.
Baca Juga
Kevin de Bruyne Pulih 100%, Siap Main di Piala Dunia Antarklub FIFA
