Puasa Sejak 1988, Kontingen Panahan Targetkan Medali di Olimpiade Paris 2024
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Arsjad Rasjid memasang target medali di Olimpiade Paris 2024. Sebab, terakhir kali panahan ikut mengibarkan Merah-Putih adalah Olimpiade Seoul 1988.
Panahan adalah cabang olahraga pioner medali bagi Kontingen Indonesia. Empat tahun sebelum Susi Susanti dan Alan Budikusuma meraih medali emas, panahan telah lebih dulu meraih medali. Saat itu, trio Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani mendapatkan medali perak nomor beregu putri.
Sayang, prestasi panahan terus menurun setelah itu. Mereka tidak pernah lagi menyumbang medali untuk pasukan Merah-Putih.
Untuk Olimpiade mendatang, panahan sudah pasti mengirimkan dua atlet. Mereka adalah Arif Dwi Pangestu dan Diananda Choirunisa. Kemungkinan jumlah atlet yang berangkat bisa bertambah.
Baca Juga
Bulutangkis Tetap Jadi Tumpuan Utama Medali Emas Olimpiade Paris 2024
“Saya salut kepada atet-atlet panahan dan pelatihnya. Masih ada lagi (tiket lolos). Rencananya, di Turki. Mohon doanya untuk bisa mendapatkan tiket lebih banyak lagi,” ujar Arsjad Rasjid dalam acara "Merah Putih Berkibar" di Olimpiade 2024 Paris, di Gedung The Convergence Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2024).
“Saya yakin kita tidak tidak kalah dari (atlet) luar negeri. Dalam olahraga, kita tidak tahu hasilnya. Yang paling penting adalah spirit, emosinya, selain teknik yang ada. Jadi, saya selalu bilang coba kita mencari sesuatu yang santai,” tambah Arsjad Rasjid.
“Jadi, di sinilah teman-teman latihan terus di luar negeri. Harapannya saat Olimpide nanti sudah siap secara teknis maupun mental. Kami dari panahan berusaha siap bertempur dan Insya Allah bisa menyumbangkan medali di Olimpiade. Karena, terakhir kali panahan sumbang medali itu pada 1988,” pungkas Arsjad Rasjid.
Baca Juga
Kontingen Indonesia Masih Usahakan Lebih Banyak Atlet ke Olimpiade Paris 2024

