Tak Pernah Putus, Tradisi Medali Indonesia Dimulai Sejak Olimpiade Seoul 1988
PARIS, investortrust.id – Kontingen Indonesia menatap Olimpiade Paris 2024 dengan misi mempertahankan tradisi medali yang tidak pernah putus sejak Olimpiade Seoul 1988. Tim Merah-Putih punya total 37 medali dengan rincian 8 emas, 14 perak, 15 perunggu.
Olimpiade Paris 2024 akan segera dimulai di Stade de France, Saint-Denis, pada Jumat (26/7/2024) malam WIB. Total, 10.714 atlet dari 206 negara bertanding pada 32 cabang olahraga dan 329 nomor pertandingan.
Kontingen Indonesia juga tidak mau ketinggalan. Dibawah pimpinan Anindya Bakrie selaku Chef de Mission (CdM) Olimpiade Paris 2024, pasukan Garuda mengirimkan 29 Atlet dari 12 cabang olahraga. Ini menjadi jumlah terbanyak setelah 38 atlet yang bertanding di Olimpiade Athena 2004.
Target utama yang dibebankan kepada 29 duta olahraga yang bertanding sangat mulia. Mereka diminta melanjutkan tradisi medali yang tidak pernah putus sejak Olimpiade Seoul 1988.
Baca Juga
Inilah Nomor Renang Olimpiade Paris 2024 yang Diikuti 2 Atlet Terbaik Indonesia
Sebab, sejak trio srikandi legendaris Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani menyumbang medali perak panahan beregu putri Olimpiade Seoul 1988, tradisi medali tidak pernah putus.
Fakta membuktikan, kecuali Olimpade Seoul 1988 dan Olimpiade London 2012, Indonesia mendapatkan setidaknya 1 medali emas. Bahkan, pada Olimpiade Barcelona 1992, 2 medali emas didapatkan dari bulutangkis. Keduanya disumbangkan pasangan suami-istri Susi Susanti dan Alan Budikusuma.
Selain 2 emas, Olimpiade Barcelona 1992 juga menyumbangkan 2 perak dan 1 perunggu. Lalu, Olimpiade Atlanta 1996, Indonesia mendapatkan 1 emas, 1 perak, 1 perunggu. Kemudian, Olimpiade Sydney 2000 (1 emas, 3 perak, 2 perunggu), Olimpiade Athena 2004 (1 emas, 1 perak, 2 perunggu), Olimpiade Beijing 2008 (1 emas, 1 perak, 4 perunggu).
Ada lagi Olimpiade London 2012 (2 perak, 1 perunggu), Olimpiade Rio de Janeiro 2016 (1 emas, 2 perak), dan Olimpiade Tokyo 2020 (1 emas, 1 perak, 3 perunggu).
Lalu, bagaimana dengan Olimpiade Paris 2024? “Bukan tidak ingin bicara jumlah ya. Tapi, atlet sudah pasti ingin mendapatkan medali. Kita sudah tahu berapa medali yang didapat di Tokyo dan Barcelona. Ya, paling tidak di Paris ini kita dapat medali lebih baik dari itu,” ujar Anindya Bakrie saat pelepasan tim Akuatik Indonesia di Jakarta, Jumat (19/7/2024).
Dari 12 cabang olahraga yang diikuti, Anindya Bakrie berharap sejumlah cabang unggulan Indonesia. Contohnya, bulutangkis, angkat besi dan speed climbing.
“Khusus speed climbing sangat kami harapkan. Ada empat atlet kita, dua putra dan dua putri yang sudah terkualifikasi dan sangat siap untuk bersaing di Olimpiade, dan ini pertama kali dipertandingkan,” tutup Anindya Bakrie.
Baca Juga
Tunda Permintaan Palestina, FIFA Izinkan Israel Main di Olimpiade Paris 2024

