Simak Baik-baik! Pernyataan Everton Terkait Hukuman Pengurangan 10 Poin
JAKARTA, investortrust.id – Manajemen Everton mengeluarkan pernyataan resmi terkait hukuman pengurangan 10 poin di Liga Premier Inggris terkait masalah finansial. The Toffees mengaku tidak terima dan akan mengajukan banding.
Kasus bermula bulan lalu ketika Komisi Independen yang dibentuk Liga Premier menyelidiki neraca keuangan Everton. Mereka menilai klub Merseyside itu melakukan pelanggaran serius terkait Profitability and Sustainability Rules (PSR). Itu adalah aturan keuntungan dan keberlanjutan finansial.
The Toffees terbukti mengalami kerugian hingga 124,5 juta Poundsterling (Rp 2,3 triliun) dalam tiga tahun terakhir sampai musim 2021/2022. Itu jauh di atas ambang batas yang diizinkan 105 juta Poundsterling (Rp 2,01 triliun).
Setelah dihukum pengurangan 10 poin, Everton tidak mau tinggal diam karena membuat posisi di klasemen terjun bebas ke peringkat ke-19 dengan tersisa empat poin. Mereka mengeluarkan klarifikasi dan pernyataan resmi.
Baca Juga
Ada Tempat Pemancingan Ikan dan Sedot Tinja, 8 Investasi Unik Pemain Sepak Bola
“Everton terkejut sekaligus kecewa dengan keputusan Liga Premier. Klub percaya bahwa Komisi Independen telah menjatuhkan sanksi olahraga yang sangat tidak proporsional dan tidak adil,” bunyi pernyataan resmi Everton di situsnya.
“Klub akan mengajukan banding atas keputusan tersebut. Proses banding sekarang akan dimulai dan kasus ini akan disidangkan oleh Komisi Banding yang ditunjuk berdasarkan waktunya. Kami menyatakan terbuka dan transparan dalam informasi yang diberikan kepada Liga Premier, dan selalu menghormati setiap keputusan,” tambah pernyataan itu.
“Klub juga akan memantau dengan penuh perhatian keputusan yang dibuat dalam kasus lain mengenai FFP (Manchester City dan Chelsea). Everton tidak dapat mengomentari masalah ini lebih jauh sampai naik banding,” pungkas pernyataan itu.
Baca Juga
Peringkat 12 Bintang Sepak Bola Paling Kaya di Dunia pada 2023

