Mengapa Everton Dihukum Pengurangan 10 Poin? Begini Penjelasannya
JAKARTA, investortrust.id – Everton mendapatkan kabar buruk pengurangan 10 poin karena melanggar aturan keuntungan dan keberlanjutan di Liga Premier Inggris. Aturan macam apakah itu? Begini penjelasannya.
Perjalanan panjang Everton di Liga Premier terancam berakhir musim ini. Sebab, dengan pengurangan 10 poin yang dijatuhkan, klub Merseyside itu langsung berada di zona degradasi. Bisa jadi, musim depan mereka main di Divisi Championship.
Everton dihukum otoritas terkait karena melanggar aturan yang mewajibkan setiap tim Liga Premier untuk menjaga kondisi keuangan masing-masing agar tidak menderita kerugian di atas 105 juta Poundsterling (Rp 2,01 triliun) selama tiga tahun.
Pelanggaran itu membuat Everton dilaporkan ke Komisi Independen. Setelah digelar sidang, terungkap fakta Everton terbukti mengalami kerugian 124,5 juta Poundsterling (Rp 2,3 triliun) dalam tiga tahun terakhir sampai musim 2021/2022.
Baca Juga
Inggris Main Jelek Lawan Malta, Gareth Southgate Beri Pembelaan Diri
Komisi Independen juga menemukan kenyataan kerugian yang dialami Everton terjadi karena buruknya pengambilan keputusan finansial dari manajemen klub. Klub menghabiskan banyak uang di bursa transfer. Tapi, tidak bisa mengimbanginya dengan penjualan pemain. Mereka juga gagal finish sesuai target, sehingga proyeksi pendapatan meleset.
Akibat pelanggaran aturan itu, Everton menerima pengurangan 10 poin. Mereka tadinya berada di urutan ke-14 klasemen sementara dengan dengan 14 poin dari 12 pertandingan. Sekarang, mereka turun ke posisi ke-19 dengan empat poin. Itu berarti mereka hanya unggul selisih gol dari Burnley yang menjadi juru kunci.
The Toffees menjadi tim ketiga yang pernah menerima hukuman pengurangan poin dalam sejarah Liga Premier. Sebelumnya, Middlesbrough dihukum tiga poin pada 1996/1997 dan Portsmouth dikurangi sembilan poin pada 2010/2011.
Baca Juga
Kehilangan Cuan dari Investor! Dampak Negatif Jika Everton Dinyatakan Melanggar FFP

