Penderita Diabetes Harus Pahami Dua Hal Ini Sebelum Jalani Pengobatan Herbal
JAKARTA, investortrust.id - Penderita diabetes harus memahami dua hal sebelum menjalani pengobatan herbal. Pertama, harus ada studi dan bukti bahwa pengobatan herbal itu aman dan efektif untuk penderita diabetes.
“Kedua, pasien harus tetap meminum obat yang telah diresepkan oleh dokter agar kondisi gula darahnya terjaga stabil,” ujar dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr Cipto Mangunkusumo Dr dr Tri Juli Edi Tarigan, SpPD-KEMD dalam diskusi daring, Sabtu (20/01/2024).
Baca Juga
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Herbalife Gelar Kick Off Herbalife Run 2023
Menurut dr Tri Juli, pasien yang ingin mencoba pengobatan herbal sebaiknya mencari terlebih dahulu informasi mengenai bahan herbal tersebut.
“Pengobatan herbal yang dicoba akan lebih bagus jika sudah teruji hasilnya lewat penelitian para ahli, terutama bagi penderita diabetes yang membutuhkan produk khusus agar gula darahnya stabil,” ujar dia, seperti dikutip Antara.
Tri Juli menjelaskan, pasien sebaiknya mencari penelitian obat herbal yang dilakukan pada banyak kelompok, tidak hanya penderita diabetes, tapi juga pada kelompok kontrol atau orang tanpa penyakit diabetes. Dengan demikian, pengobatan itu dapat dibuktikan hasilnya.
Dia menambahkan, jika pengobatan herbal dimaksud belum diteliti kebenarannya lewat riset dan masih bersifat testimoni atau berdasarkan pengalaman orang, pasien bisa menimbang ulang keputusannya tersebut.
"Cari bukti-bukti bahwa pengobatannya memang bermanfaat. Jangan berdasarkan testimoni seseorang dan dijadikan dasar untuk mengadopsinya karena metode pengobatan yang tepat itu harus melalui penelitian yang baik," papar dia.
Baca Juga
Berkat Program BRInita, Teh Herbal Menjadi Produk Unggulan Warga Semarang
Obat yang diresepkan dokter pada penderita diabetes, kata Tri Juli, biasanya telah disesuaikan dengan kondisi tubuh pasien. Jika dihentikan, besar kemungkinan kondisi kesehatannya menurun.
"Pengobatan herbalnya boleh dijalankan asal obat yang biasa digunakan jangan distop," tandas dia.

