Bappebti Imbau Masyarakat Pahami Mekanisme Kripto Sebelum Transaksi
JAKARTA, investortrust.id – Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Berjangka Komoditi Bappebti, Tirta Karma Senjaya, menekankan pentingnya menjadi pengguna cerdas dalam melakukan jual-beli aset kripto.
Imbauan ini dipaparkannya saat menjadi pembicara utama dalam seminar dan talkshow edukasi yang digelar oleh Mobee mengenai perkembangan industri aset kripto di Indonesia, di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.
“Para pengguna harus memahami mekanisme perdagangan, memastikan sumber dana yang digunakan sah dan legal, serta mempelajari dokumen dan legalitas aplikasi yang digunakan,” terangnya dalam keterangan, Jumat (1/11/2024).
Tirta menyampaikan hal itu seiring meningkatnya nilai transaksi aset kripto, yang mencapai Rp 426,69 triliun periode Januari hingga September 2024. jumlah pengguna aktif transaksi kripto mencapai 21,28 juta pengguna.
Adapun, rata-rata nilai transaksi kripto sepanjang 2024 mencapai Rp 12,44 triliun per bulannya, dengan 504.304 masyarakat Indonesia yang aktif bertransaksi sepanjang bulan September 2024.
Baca Juga
Bappebti Buka Akses Kripto Bagi Institusi, Reku: Perkuat Indonesia Jadi Pusat Kripto Asia
Disampaikan, pada bulan September 2024, nilai transaksi telah mengalami kenaikan sebesar 323,01% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Adapun aset kripto yang memiliki nilai transaksi tertinggi meliputi Bitcoin, USD Tether, PEPE Coin, Ethereum, dan Solana.
Tirta juga mengulas tren aset kripto yang sedang berkembang saat ini, seperti Staking, crypto futures, dan ETF Bitcoin yang diprediksi akan menjadi pilihan investasi yang menarik bagi para pengguna di Indonesia. Ketiga aset ini diketahui segera diluncurkan melalui aplikasi Mobee dalam waktu dekat.
Dalam kesempatan yang sama, CFO Mobee Robertus Hardy juga menambahkan bahwa Mobee berkomitmen untuk terus berinovasi dan menyediakan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar.
"Rencana peluncuran produk Staking dan crypto futures di Mobee merupakan bagian dari langkah strategis untuk memberikan solusi investasi yang beragam dan menguntungkan bagi pelanggan,” paparnya.
Sementara itu, AVP Partnership Divisi Funding & Retail Payment Sales Management Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rendy Riyawan juga mengapresiasi langkah Mobee dalam mengedukasi masyarakat tentang investasi aset kripto, terutama dalam menghubungkan sektor keuangan tradisional dengan inovasi teknologi blockchain.
Baca Juga
Pengumuman! KAI Tebar Diskon 70% di Jakarta dan Surabaya Jelang Akhir Tahun
Saat ini, pihaknya sedang merencanakan inovasi yang akan memberi kemudahan bagi pengguna kedua industri untuk bisa melakukan aktivitas cross-apps secara lebih efisien.
“Kolaborasi antara sektor perbankan dan platform jual-beli kripto seperti Mobee dapat mempercepat adopsi teknologi blockchain di Indonesia,” pungkasnya.

