Mengenali Bahaya Konsumsi Gula Berlebih, Ini 4 Tanda di Tubuh yang Perlu Diwaspadai
JAKARTA, investortrust.id – Menikmati manisnya camilan favorit mungkin memberikan kamu kesenangan sesaat, namun potensi konsekuensi kesehatannya juga perlu diperhitungkan. Selain itu, gula pada dasarnya dianggap sebagai sumber kalori kosong karena kurang mengandung nutrisi yang bermanfaat, hanya memberikan kalori yang tinggi.
Penting untuk memahami bahwa tidak semua jenis gula sama. Secara umum, gula terdapat dalam banyak produk makanan sehari-hari, termasuk minuman bersoda, makanan ringan, dan makanan olahan lainnya. Namun, gula alami yang terdapat dalam buah-buahan dan sayuran, misalnya, juga disertai dengan serat dan nutrisi lainnya yang bermanfaat.
Sebaliknya, gula tambahan yang sering ditemukan dalam makanan olahan cenderung memberikan kalori tanpa memberikan manfaat nutrisi tambahan.
Baca Juga
Asuransi Kesehatan Ternyata Berbeda Jenis, Ini Tips Agar Tak Salah Pilih
Meskipun gula sendiri tidak dianggap berbahaya, ketika konsumsi gula berlebihan terjadi secara terus-menerus, dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.
Sebuah studi di Neurologi mengungkapkan bahwa peningkatan gula darah berdampak negatif pada kognisi, berpotensi menyebabkan kesulitan dalam belajar dan konsolidasi memori. Dikutip dari Business Insider, berikut adalah tanda-tanda kuat ketika tubuh sedang merespons kelebihan gula.
1. Berat Badan Naik Tapi Tetap Lapar
Tanda pertama yang terlihat adalah ketika tidak mengonsumsi makanan tinggi gula sehari saja bisa membuatmu merasa hampa. Gula menyebabkan naik turunnya kadar gula darah dengan cepat, memicu peningkatan rasa lapar dan keinginan untuk mengonsumsi lebih banyak gula.
Cobalah untuk memilih makanan yang kaya serat, lemak sehat, dan protein tanpa lemak dapat memberikan alternatif yang lebih memuaskan, dan meningkatkan rasa kenyang untuk jangka waktu yang lebih lama.
2. Gangguan Mood
Konsumsi gula tambahan dalam jangka panjang, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian di Medical Hypotheses, juga dapat memicu peradangan, memperburuk suasana hati, dan berkontribusi pada gangguan mood seperti depresi.
Selain perubahan gula darah, gula juga dapat mengganggu neurotransmiter di otak yang mengatur suasana hati. Menstabilkan gula darah dan suasana hati bisa dilakukan dengan mengurangi asupan gula, memilih jumlah yang seimbang, dan memasukkan makanan seperti biji-bijian, serat, dan protein yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.
3. Jerawat dan Kerutan di Sekitar Mulut dan Dagu
Peningkatan peradangan akibat gula dapat menurunkan kolagen dan elastin pada kulit sehingga menyebabkan kerutan dan kendur. Produksi insulin tubuh untuk menyerap dan mengangkut gula ke hati juga dapat menyebabkan jerawat, dermatitis, psoriasis, rosacea, dan kondisi kulit lainnya.
4. Masalah Pencernaan
Konsumsi gula yang tinggi dapat mengakibatkan masalah pencernaan seperti sembelit dan diare. Gula olahan seperti gula alkohol dan sirup jagung fruktosa tinggi dapat menyebabkan ketidaknyamanan ini karena penyerapan tubuh yang tidak efisien.
Penelitian menunjukkan bahwa asupan gula yang berlebihan dapat mengurangi keragaman bakteri usus yang sehat dalam waktu seminggu, menyebabkan masalah pencernaan, masalah, dan buang air besar tidak teratur.
Sehingga penting untuk memilih makanan manis alami dan kaya serat yang dapat berdampak positif pada sistem pencernaan, dan menghindari dampak buruk yang terkait dengan konsumsi gula yang berlebihan.

