Awas! Modus 'Endorse Affiliate' Palsu, Hati-Hati Akun Sosmed Bisa Kena Hack
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Tawaran kerja sama dari brand besar menjadi peluang yang dinantikan para konten kreator dan afiliator. Namun, peluang tersebut kini dimanfaatkan oleh oknum penipu untuk melancarkan aksi phishing dengan mengatasnamakan Digital Management Shopee.
Dalam modus ini, pelaku menghubungi calon korban untuk menanyakan rate card sekaligus menawarkan kerja sama dalam kampanye tanggal kembar maupun kampanye Shopee lainnya. Untuk meyakinkan korban, pelaku menjanjikan pembayaran berupa honor atau komisi yang akan dikirim secara otomatis melalui ShopeePay setelah konten dipublikasikan.
Setelah calon korban menyetujui tawaran tersebut, pelaku kemudian meminta mereka mengeklik tautan untuk mengonfirmasi kerja sama. Tautan itu dirancang menyerupai halaman resmi kolaborasi Shopee dengan platform media sosial sehingga terlihat meyakinkan.
Padahal, tautan tersebut merupakan jebakan phishing yang bertujuan mengambil alih akun media sosial korban. Pengguna biasanya diminta menghubungkan akun Shopee dengan akun media sosial melalui halaman tersebut.
Jika berhasil menguasai akun korban, pelaku berpotensi menyalahgunakannya untuk melakukan penipuan lain yang dapat merugikan pemilik akun maupun pihak lain.
Karena itu, konten kreator dan afiliator diimbau untuk lebih berhati-hati ketika menerima tawaran kerja sama, terutama yang mengharuskan mereka mengakses tautan tertentu atau memberikan informasi akun. Ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari modus penipuan tersebut. Pertama, hindari mengeklik tautan sembarangan.
Jangan langsung percaya tawaran manis
Jangan langsung memercayai pesan atau mengikuti instruksi dari pengirim yang tidak dikenal. Pastikan identitas pengirim dan tujuan tautan sebelum mengambil tindakan.
Kedua, periksa alamat URL atau domain situs. Pelaku phishing kerap membuat halaman yang menyerupai situs resmi dengan menggunakan nama, logo, dan tampilan visual yang serupa.
Bahkan, alamat domain dapat dibuat sedemikian rupa agar sulit dibedakan dari situs asli. Karena itu, periksa alamat situs secara teliti sebelum memasukkan informasi apa pun. Ketiga, verifikasi informasi melalui layanan pelanggan resmi.
Apabila menerima tawaran kerja sama atau pesan mencurigakan yang mengatasnamakan Shopee, lakukan pengecekan terlebih dahulu melalui Customer Service Shopee untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Keempat, jaga kerahasiaan informasi keamanan akun.
Jangan pernah membagikan PIN, kata sandi, maupun kode verifikasi atau one-time password (OTP) kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai perwakilan Shopee. Kelima, aktifkan verifikasi dua langkah. Fitur ini disarankan untuk akun Shopee maupun media sosial karena memberikan lapisan perlindungan tambahan.
Dengan begitu, keamanan akun tidak hanya bergantung pada kata sandi, tetapi juga pada proses verifikasi tambahan sesuai pengaturan platform. Selain menerapkan langkah-langkah tersebut, Shopee mengajak pengguna untuk menerapkan prinsip 3C, yakni Cek Pengirimnya, Cek Fakta, dan Cari Tahu Modusnya.
Melalui prinsip Cek Pengirimnya, pengguna diminta memastikan informasi berasal dari kanal resmi Shopee, seperti aplikasi Shopee, akun WhatsApp resmi yang memiliki tanda verifikasi, akun media sosial resmi yang terverifikasi, atau Customer Service Shopee di nomor 1500702.
Selanjutnya, melalui prinsip Cek Fakta, pengguna dapat memeriksa kebenaran informasi yang mengatasnamakan Shopee dengan memanfaatkan fitur Cek Fakta di aplikasi Shopee. Fitur tersebut dapat diakses melalui menu Saya, kemudian memilih Customer Service.
Sementara itu, prinsip Cari Tahu Modusnya mengajak pengguna untuk terus mengikuti perkembangan informasi mengenai berbagai bentuk penipuan. Pengguna dapat memperoleh informasi dan tips pencegahan melalui akun Instagram @shopeecare_id serta laman Shopee XTRA Aman dan Buku AMAN Shopee.
Dengan mengenali pola penipuan dan memastikan keaslian setiap tawaran kerja sama, konten kreator dan afiliator diharapkan dapat melindungi akun digital mereka dari upaya pengambilalihan oleh pelaku phishing.
