Konser YE di Jakarta, Menekraf Bidik Efek Domino bagi Ekonomi Kreatif
JAKARTA, investortrust.id – Konser YE Live in Jakarta 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (24/10/2026), diharapkan memberikan efek domino bagi sektor ekonomi kreatif Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menilai konser internasional dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan kompetensi talenta lokal. Keterlibatan pelaku ekonomi kreatif dalam produksi konser internasional memberikan pengalaman bekerja dengan standar global. Selain meningkatkan kompetensi, pengalaman tersebut membuka peluang bagi talenta lokal untuk membangun jejaring dengan industri hiburan internasional.
Baca Juga
JRF 2026 dan Konser Kanye West Beri Dampak Ekonomi Rp 625 Miliar bagi DKI
“Kami memandang konser internasional tidak sekadar sebagai ajang pertunjukan, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif,” ujar Riefky dalam keterangan resmi, Senin (26/10/2026).
Riefky menilai dampak ekonomi konser internasional berpotensi meluas ke berbagai sektor, mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner, hingga jasa produksi. Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam penyelenggaraan acara tersebut dapat mendorong perputaran ekonomi sekaligus membuka peluang kerja.
Menurut dia, dampak konser internasional tidak seharusnya hanya dirasakan oleh penonton yang hadir di stadion. Momentum tersebut juga diharapkan mampu menginspirasi masyarakat dan mendorong perkembangan ekosistem ekonomi kreatif di luar lokasi pertunjukan. “Antusiasme yang terbangun tidak boleh berhenti di dalam stadion, tetapi juga harus menginspirasi masyarakat di luar stadion,” katanya.
Baca Juga
Pemerintah Cegah Konser Israel Houghton di RI karena Alasan Politik
Salah satu contoh kolaborasi talenta lokal dan internasional terlihat dalam pertunjukan Tunnel Vision: An Ode to Ye di SCBD Tunnel, Jakarta, pada 18 Oktober 2026. Acara yang diselenggarakan Raw Vision Collective tersebut mempertemukan musisi Tony Williams dengan Angel Pieters, Dre Synth, dan Glorify The Lord Ensemble.
Pertunjukan itu memadukan musik modern, paduan suara, dan instrumen tradisional Indonesia. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu ruang bagi talenta lokal untuk terlibat dalam produksi dengan standar internasional.
Riefky berharap momentum konser internasional dapat dimanfaatkan untuk memperluas peluang pelaku ekonomi kreatif Indonesia di pasar global. “Dengan cara pandang dan strategi yang tepat, momentum ini dapat menjadi langkah bagi pelaku ekraf Indonesia untuk menembus panggung global,” ujar Riefky.
Ia berharap penyelenggaraan konser internasional dapat terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi pelaku nasional untuk mengembangkan kompetensi dan memperluas jejaring industri.
