Dampak Geopolitik Global: Akulaku Finance Waspadai Efek Domino ke Industri BNPL
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Industri pembiayaan berbasis digital, khususnya sektor Buy Now Pay Later (BNPL), kini tengah bersiaga menghadapi dampak ketidakpastian geopolitik global. Meski gejolak baru terasa dalam sepekan terakhir, efeknya diprediksi tidak hanya menyasar sektor moneter, tetapi juga merambat ke ketahanan ekonomi secara luas.
Presiden Direktur Akulaku Finance Perry Barman Slangor memberikan perhatian khusus pada bagaimana konflik ini dapat memengaruhi struktur biaya dan daya beli.
"Geopolitik memang banyak ketidakpastiannya. Dan itu baru terjadi belum lebih dari seminggu nih. Cuman memang di beberapa waktu ini memang kalau dilihat memang akan. seperti di mana diketahui ya, mungkin di berita-berita juga, ini kan perang ini bukan hanya berdampak terhadap perekonomian secara umum atau dari segi aspek moneter," ujar Perry dalam acara Media Gathering dan Ifthar 2026 bertajuk “Strengthening Impact” di Le Meridien Hotel, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Menurut Perry, sektor keuangan sangat bergantung pada stabilitas variabel makro. "Aspek moneter kan meliputi apa, inflasi ya, meliputi exchange rate, meliputi pricing juga ya. Tetapi ini juga meliputi ketahanan energi. Ketahanan energi dan bagaimana juga kita juga menyikapi dan memitigasi itu," ungkap Perry.
Baca Juga
Akulaku Finance Bidik Penyaluran Pembiayaan Rp 8,2 Triliun di 2026, Tumbuh 12%
Dalam kesempatan tersebut, Perry juga memperingatkan bahwa industri BNPL tidak berdiri sendiri di tengah badai ekonomi ini. Jika situasi memburuk, dampaknya akan dirasakan secara kolektif oleh seluruh ekosistem bisnis.
"Tapi tentunya ini juga kalau sampai bergejolak terus, tentunya bukan hanya di industri Buy Now Pay Later (BNPL) aja yang kena imbasnya, tapi i think it's gonna affect all sectors of the industry," kata Perry.
Menyikapi potensi risiko tersebut, Akulaku Finance memilih untuk memperkuat fondasi internal sebagai langkah mitigasi. Perry menekankan pentingnya memaksimalkan potensi jaringan yang sudah ada.
"Namun, yang kami bisa lakukan adalah basically tetap fokus kepada langkah-langkah strategis yang tadi telah saya paparkan ya. Tetap fokus kepada gimana caranya kita me-leverage ekosistem kita," jelas Perry.
Strategi ekspansi juga tetap menjadi prioritas guna memperkuat posisi pasar di tengah guncangan global. Perry memerinci langkah perusahaan dalam memperdalam jangkauan layanan, baik di ranah digital maupun fisik.
"Bagaimana cara kita mempenetrasi dari aspek deepening our existence misal di aspek online melalui e-commerce dan juga melalui offline markets as well, yang terutama yang di luar Jawa gitu," ucap Perry.
Baca Juga
Laba Akulaku Finance Indonesia Melesat 66% Capai Rp 108 Miliar di 2025
Lebih lanjut, Perry berharap agar konflik internasional ini segera berakhir agar tidak menimbulkan efek domino ke negara lain. Ia menekankan bahwa sikap adaptif dan pengawasan ketat terhadap perkembangan situasi adalah kunci bertahan saat ini.
"Kita harus tetap monitor perkembangan yang ada dan melakukan tadi yang sempat saya sampaikan ya, kita harus tetap adaptif dan harus bisa cepat adaptif dan harus bisa agile dalam menyikapi setiap perkembangan yang ada," tutur Perry.
Di sisi lain, Perry pun berharap pemerintah dapat memberikan dukungan melalui kebijakan yang tepat sasaran. "Dan saya yakin juga pemerintah juga dengan hal itu juga akan berupaya mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bisa membantu industri. Not just only industri pembiayaan, tapi industri sektor lainnya. Karena ini again, bukan hanya impact ke industri kami di BNPL," pungkas Perry.

