Apple Siap Guncang Pasar Foldable, 6 Juta iPhone Duo Diprediksi Terjual Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – Apple diperkirakan menjual sekitar 6 juta unit iPhone Duo pada 2026. Perangkat lipat perdana Apple tersebut menjadi tumpuan perusahaan untuk menggarap pasar smartphone foldable yang mulai tumbuh.
Dikutip dari Bloomberg, Rabu (30/9/2026), Counterpoint Research memperkirakan penjualan iPhone Duo akan bergantung pada kemampuan Apple meningkatkan produksi perangkat tersebut. Analis Senior Counterpoint Research Ivan Lam mengatakan, proyeksi penjualan 6 juta unit masih mencerminkan karakter pasar smartphone foldable yang relatif niche.
iPhone Duo dibanderol US$1.999 dan dijadwalkan meluncur pada Oktober 2026. Perangkat tersebut menjadi model termahal dalam jajaran iPhone sekaligus diharapkan mendorong minat dan penjualan smartphone foldable secara global.
Baca Juga
iPhone 18 Pro, Pro Max, dan Duo Lolos Postel Kemenkomdigi, Rilis di RI Oktober?
IDC memperkirakan pengiriman smartphone foldable global tumbuh 13% menjadi 22,9 juta unit pada tahun ini. Tanpa kehadiran iPhone Duo, segmen tersebut diproyeksikan justru mengalami penurunan. Kehadiran iPhone Duo menjadi bagian dari upaya Apple memasuki pasar smartphone lipat yang selama ini diisi sejumlah produsen lain.
Di sisi lain, iPhone 18 Pro mencatat awal penjualan yang kuat di China. Counterpoint mencatat penjualan awal iPhone 18 Pro naik 12% dibandingkan iPhone 17 Pro. Kinerja tersebut terjadi setelah Apple untuk pertama kalinya merilis lini Pro tanpa pembaruan model basic secara bersamaan.
iPhone 18 Pro di China
Penguatan penjualan iPhone 18 Pro terjadi ketika pasar smartphone China justru mengalami tekanan. Penjualan seluruh pasar turun 17% secara tahunan pada musim panas. Sementara itu, Apple mampu menguasai 33% pasar smartphone China di tengah persaingan dengan Huawei, Oppo, Vivo, dan Xiaomi.
Baca Juga
Beli iPhone Duo di Luar Negeri? Ini Tagihan Pajak yang Harus Dibayar setelah Masuk ke Indonesia
Kenaikan biaya komponen juga mendorong produsen smartphone menaikkan harga dan mengandalkan peningkatan pendapatan per unit. Kondisi tersebut berpotensi menguntungkan Apple karena mempersempit keunggulan harga sejumlah pesaingnya.
“Kenaikan harga lebih dari US$200 pada banyak model flagship China mungkin telah menaikkan harga pasaran, hal inilah yang memperkuat proposisi nilai relatif ke iPhone,” kata Lam.
