Tolak Tuduhan Pelanggaran Aturan Keuangan, Manchester City Akan Berjuang Sampai Akhir
Poin Penting
|
MANCHESTER, investortrust.id – CEO Manchester City Ferran Soriano menegaskan klub akan terus berjuang membersihkan diri dari semua keputusan bersalah atas tuduhan pelanggaran aturan keuangan Liga Premier.
Menurut laporan yang muncul sejak akhir pekan lalu, Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dugaan pelanggaran aturan keuangan Liga Premier. Namun, hasil tersebut belum menjadi akhir perkara karena sanksi belum ditetapkan dan The Citizens diperkirakan akan mengajukan banding.
Liga Premier juga belum mempublikasikan putusan lengkap tersebut secara terbuka. Namun, Soriano mengatakan Manchester City tidak sepakat dengan putusan yang dilaporkan telah dijatuhkan komisi independen dan tetap yakin dapat membuktikan posisi klub dalam proses selanjutnya.
Baca Juga
Kisah Pio dan Sebastiano Esposito, Kakak-Adik Pertama Main Bareng untuk Italia dalam 1 Abad
"Ini sudah memakan waktu delapan tahun untuk sampai ke tahap ini, dan masih akan membutuhkan lebih banyak waktu," ujar Soriano, dilansir ESPN.
Pernyataan delapan tahun merujuk pada rangkaian investigasi terhadap Manchester City yang mulai bergulir pada 2018. Perkara tersebut kemudian dirujuk ke komisi independen Liga Premier pada 2023 setelah penyelidikan selama empat tahun.
Manchester City sendiri tetap membantah melakukan pelanggaran. Ketua klub Khaldoon Al Mubarak sebelumnya menyatakan keyakinannya bahwa klub dapat membuktikan tidak bersalah dan akan melanjutkan proses hukum yang tersedia. Manchester City juga menegaskan proses Liga Premier masih berjalan dan sejumlah tahapan penting belum selesai.
Dugaan pelanggaran yang dihadapi Manchester City mencakup tuduhan tidak memberikan informasi keuangan secara akurat selama sejumlah musim, termasuk periode sejak 2009. Klub juga dituduh tidak mengungkap secara lengkap pembayaran kepada pemain dan manajer serta tidak bekerja sama sepenuhnya dalam investigasi Liga Premier.
Salah satu nama yang ikut disebut dalam perkara tersebut adalah Roberto Mancini. Mantan nakhoda Manchester City itu dikaitkan dengan tuduhan terkait pelaporan remunerasi selama masa kepemimpinannya.
Saat ditanya mengenai kasus tersebut menjelang pertandingan Italia melawan Turkiye, Mancini menegaskan persoalan itu bukan urusannya. "Itu bukan masalah yang menyangkut saya. Ini bukan hal baru karena persoalan ini sudah dibahas selama empat atau lima tahun terakhir," kata Mancini.
Manchester City kini harus menunggu proses berikutnya, termasuk penetapan sanksi dan kemungkinan banding. Sementara itu, sejumlah klub Premier League dilaporkan menginginkan kejelasan mengenai putusan dan waktu penyelesaian perkara tersebut.
Kasus ini menjadi salah satu perkara hukum terbesar yang pernah dihadapi Manchester City. Namun, hingga seluruh proses selesai dan sanksi ditetapkan melalui mekanisme yang berlaku, konsekuensi akhir terhadap klub belum dapat dipastikan.
Baca Juga
Zinedine Zidane Puji Michael Olise, Pahlawan Kemenangan Prancis di UEFA Nations League
