Pamit dari Timnas Argentina, Warisan Sepak Bola Lionel Messi Akan Abadi
Poin Penting
|
BUENOS AIRES, investortrust.id – Era Lionel Messi bersama Timnas Argentina akhirnya berakhir. Pada usia 39 tahun, megabintang yang membawa La Albiceleste meraih Piala Dunia 2022 itu memutuskan pensiun dari sepak bola internasional setelah lebih dari dua dekade mengenakan seragam biru langit.
Keputusan Messi datang setelah Argentina menutup Piala Dunia 2026 sebagai runner-up. La Albiceleste kalah 0-1 dari Spanyol pada final di East Rutherford, New Jersey, dalam pertandingan yang menjadi salah satu penampilan terakhir Messi bersama Argentina.
Bagi Argentina, kepergian Messi bukan sekadar kehilangan seorang pemain. Mereka kehilangan kapten, pencetak gol terbanyak, pemilik rekor penampilan terbanyak, sekaligus sosok yang mengubah perjalanan generasi emas sepak bola negara tersebut.
Baca Juga
Rafael Leao Tinggalkan AC Milan dengan Rp783 Miliar, Pesan Terakhirnya Bikin Fans Haru
Messi menutup karier internasional dengan 207 penampilan dan 125 gol untuk Argentina. Catatan tersebut menempatkannya sebagai pemain dengan caps terbanyak sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah La Albiceleste.
Selama membela Argentina, Messi akhirnya mendapatkan seluruh trofi utama yang selama bertahun-tahun terasa begitu jauh dari genggamannya.
Puncaknya terjadi di Piala Dunia 2022 Qatar. Messi membawa Argentina menjadi juara dunia setelah menaklukkan Prancis melalui drama adu penalti dalam final yang dikenang sebagai salah satu pertandingan terbaik dalam sejarah Piala Dunia. Empat tahun sebelumnya, Messi dan Argentina juga pernah mencapai final Piala Dunia 2014, tetapi harus mengakhiri turnamen sebagai runner-up setelah kalah dari Jerman.
Koleksi trofi internasional Messi bersama Argentina juga mencakup Copa America 2021, Copa America 2024, Finalissima 2022, medali emas Olimpiade 2008, serta gelar Piala Dunia U-20 2005.
Perjalanan tersebut tidak selalu indah. Sebelum akhirnya mengangkat Copa America 2021, Messi harus merasakan pahitnya kekalahan di beberapa final bersama Argentina. Dia bahkan sempat memutuskan pensiun dari tim nasional pada 2016 setelah Argentina kembali gagal di final Copa America.
Namun, Messi kembali. Keputusan itu kemudian menjadi titik balik. Lima tahun setelah pengumuman pensiun sementara tersebut, Messi akhirnya mengangkat trofi senior pertamanya bersama Argentina melalui Copa America 2021. Setahun kemudian, dia melengkapi kisah tersebut dengan Piala Dunia 2022.
Di Qatar, Messi tidak hanya menjadi kapten. Dia tampil sebagai pusat permainan Argentina dan mencetak tujuh gol, termasuk dua gol pada final melawan Prancis. FIFA juga mencatat Messi sebagai satu-satunya pemain yang meraih penghargaan Golden Ball Piala Dunia sebanyak dua kali.
Rekor Messi di Piala Dunia juga sulit disamai. Piala Dunia 2026 menjadi penampilan keenamnya di putaran final, sebuah rekor bersama Cristiano Ronaldo dan Guillermo Ochoa. Dia juga menjadi salah satu pencetak gol terbanyak Argentina dalam sejarah Piala Dunia. Bahkan pada usia 39 tahun, Messi masih mampu memberikan kontribusi besar. Pada Piala Dunia 2026, dia mencetak delapan gol dan empat assist, menurut statistik resmi FIFA.
Kini, semuanya berakhir. Messi pergi bukan sebagai pemain yang gagal mempertahankan gelar dunia, melainkan sebagai legenda yang telah memberikan Argentina hampir semua yang bisa diberikan seorang pesepak bola.
Dia datang sebagai bocah Rosario yang pernah dipertanyakan kecintaannya kepada Argentina. Dia pergi sebagai kapten yang akhirnya membuat seluruh negeri berdiri di belakang namanya.
Dua dekade penuh perjuangan, kritik, air mata, kegagalan, kemenangan dan trofi akhirnya mencapai halaman terakhir. Dan, ketika Messi melepas seragam Argentina, yang tertinggal bukan sekadar angka 207 pertandingan atau 125 gol. Yang tertinggal adalah sebuah era. Era ketika nomor 10 Argentina bukan hanya milik seorang pemain, tetapi menjadi simbol harapan jutaan orang.
Baca Juga
Syarat Indonesia Lolos ke Piala Asia U-20 2027 Setelah Imbang Lawan Malaysia
