Bukan Hanya UEFA, Concacaf dan AFC juga Menolak Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia
Poin Penting
|
NYON, investortrust.id – Penolakan rencana FIFA menjual saham Piala Dunia ternyata bukan hanya monopoli UEFA, melainkan juga Concacaf dan AFC. Sementara Conmebol, CAF, dan OFC belum memberikan respons terkait rencana kontroversial ini.
Gelombang penolakan terhadap rencana FIFA menjual sebagian saham pengelolaan Piala Dunia terus meluas. Jika sebelumnya UEFA menjadi pihak yang paling keras menentang proposal tersebut, kini Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga menyuarakan keberatan.
UEFA menegaskan Piala Dunia bukan aset komersial yang bisa diperjualbelikan kepada investor swasta. Karena itu, badan pengatur sepak bola Eropa tersebut segera menggelar rapat darurat secara virtual bersama 55 asosiasi anggotanya untuk membahas langkah lanjutan.
Baca Juga
Terungkap! Adik Menantu Donald Trump Dibalik Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia
Salah satu opsi yang mencuat adalah boikot terhadap kompetisi FIFA. Strategi serupa pernah dilakukan UEFA pada 2021 dan berhasil menggagalkan rencana Gianni Infantino yang ingin menggelar Piala Dunia setiap dua tahun.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin bahkan telah mengadakan konferensi video bersama lima asosiasi pemilik liga terbesar di Eropa, yakni Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, dan Prancis, guna menyamakan sikap menghadapi proposal FIFA.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malago, mengungkapkan Ceferin secara terbuka menyatakan penolakannya. "Presiden UEFA menyampaikan penolakannya terhadap proyek FIFA ini. Situasinya benar-benar sudah menjadi konflik total," kata Malago, dilansir ESPN.
Penolakan tidak hanya datang dari Eropa. Concacaf juga menilai FIFA tidak menjalankan proses konsultasi yang semestinya sebelum meluncurkan proposal bernilai besar tersebut. Mereka meminta transparansi. "Kami sangat prihatin dengan tidak adanya proses yang semestinya," bunyi pernyataan resmi Concacaf.
Nada serupa disampaikan AFC. Konfederasi yang bermarkas di Kuala Lumpur itu mengaku kecewa karena rencana tersebut lebih dulu dipublikasikan sebelum semua asosiasi anggota FIFA memperoleh kesempatan mempelajari dan mendiskusikannya secara internal untung-ruginya.
Kekhawatiran juga muncul dari kalangan sepak bola putri di Inggris. Mereka menilai proposal FIFA "tidak dapat diterima secara moral" karena lebih mengutamakan kepentingan bisnis dibanding keselamatan pemain. Mereka juga khawatir Piala Dunia Putri 2027 berpotensi menjadi korban tarik-ulur politik jika konflik antara FIFA dan UEFA terus memanas.
Sementara Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) belum mengambil sikap resmi. Presiden CAF Patrice Motsepe dijadwalkan menggelar rapat komite eksekutif pekan depan untuk mengevaluasi proposal FIFA sebelum menentukan posisi organisasi.
Sedangkan kelompok klub Eropa yang menamakan dirinya European Club Association (ECA), yang mewakili sekitar 850 klub Eropa, juga menyayangkan minimnya komunikasi dari FIFA. Menurut ECA, mereka baru mengetahui rencana tersebut melalui pemberitaan media, bukan dari penjelasan langsung FIFA.
Baca Juga
Lionel Messi Kembali ke Inter Miami Seusai Libur Piala Dunia 2026
