Bukan Hanya Trofi, Pemenang Piala Dunia 2026 Berhak Tambah Bintang di Logo
Poin Penting
|
EAST RUTHERFORD, investortrust.id – Final Piala Dunia 2026 tidak hanya menentukan siapa yang mengangkat trofi paling prestisius di sepak bola. Laga antara Spanyol dan Argentina juga memperebutkan satu simbol kehormatan yang akan melekat selamanya di jersey sang juara, yakni tambahan satu bintang di atas lambang federasi.
Bagi Spanyol, kemenangan akan menghadirkan bintang kedua setelah sukses menjadi juara dunia pada 2010. Sementara Argentina mengincar bintang keempat yang akan menyamai koleksi Italia dan Jerman, sekaligus memangkas jarak dengan Brasil yang masih menjadi negara tersukses dengan lima gelar Piala Dunia.
Tradisi menambahkan bintang di atas logo tim nasional ternyata tidak langsung muncul sejak Piala Dunia pertama digelar. Gagasan tersebut berawal dari Brasil setelah menjuarai Piala Dunia 1970 di Meksiko.
Baca Juga
Bikin Geleng Kepala, Tiket Termurah Final Piala Dunia di Menit Terakhir Tembus Rp163 Juta!
Saat itu, Asosiasi Sepak Bola Brasil (CBF) memasang tiga bintang emas sebagai penghormatan atas keberhasilan meraih tiga gelar dunia sekaligus menandai kepemilikan permanen Trofi Jules Rimet, sesuai aturan FIFA yang berlaku ketika itu. Inovasi tersebut kemudian diikuti banyak negara hingga akhirnya diadopsi secara resmi oleh FIFA.
Sejak saat itu, setiap negara yang menjuarai Piala Dunia berhak menambahkan satu bintang untuk setiap gelar yang diraih. Lambang kecil tersebut kini menjadi penanda paling mudah untuk membaca sejarah kejayaan sebuah tim nasional.
Namun, ada satu pengecualian yang kerap memunculkan perdebatan, yakni Uruguay. Negara Amerika Selatan itu memakai empat bintang di atas logonya, meski baru dua kali menjuarai Piala Dunia, yaitu pada 1930 dan 1950.
Dua bintang lainnya berasal dari keberhasilan Uruguay menjuarai Olimpiade 1924 di Paris dan Olimpiade 1928 di Amsterdam. Kedua turnamen tersebut diselenggarakan FIFA dan selama bertahun-tahun diakui sebagai kejuaraan dunia sebelum Piala Dunia modern resmi dimulai pada 1930.
FIFA juga memiliki aturan khusus mengenai penggunaan bintang tersebut. Bintang hanya berlaku untuk tim yang benar-benar memenangi gelar dunia. Artinya, bintang yang diperoleh tim nasional putra senior tidak otomatis boleh digunakan oleh tim putri maupun kelompok usia, kecuali mereka juga berhasil menjadi juara dunia di kategorinya masing-masing. Aturan itu dibuat agar setiap bintang benar-benar mencerminkan prestasi yang diraih oleh tim yang bersangkutan.
Karena itu, final Piala Dunia 2026 memiliki arti yang jauh lebih besar dari sekadar perebutan trofi. Jika Spanyol menang, La Furia Roja akan menambah koleksi menjadi dua bintang setelah penantian selama 16 tahun. Sebaliknya, La Albiceleste akan mengukuhkan diri sebagai negara dengan empat gelar dunia, sejajar dengan Italia dan Jerman.
Di balik bentuknya yang kecil, satu bintang menyimpan makna besar. Bintang menjadi simbol sebuah generasi emas, perjuangan panjang menuju gelar juara, serta kenangan yang akan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Baca Juga
Jadwal Final Piala Dunia 2026: Duel Sempurna Juara Eropa Lawan Amerika Selatan
