Takhayul? Alasan Unik Presiden Argentina Javier Milei Tak Hadiri Final Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
BUENOS AIRES, investortrust.id – Presiden Argentina Javier Milei memastikan tidak akan hadir langsung pada final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Bukan keamanan atau agenda kenegaraan, melainkan karena alasan unik. Takhayul?
Piala Dunia adalah momen yang tidak mungkin dilewatkan oleh para pemimpin di banyak negara. Presiden, Perdana Menteri, Raja, Ratu, Pengeran, atau petinggi-petinggi negara normalnya akan datang langsung ke stadion untuk mendukung perjuangan negara masing-masing. Apalagi, di final Piala Dunia.
Namun, hal tersebut tidak berlaku di Argentina. Presiden Javier Milei memastikan tetap akan menyaksikan pertandingan Lionel Messi lawan Lamine Yamal dari kediaman resminya di Olivos, Buenos Aires. Ini seperti yang dia lakukan dalam tujuh laga Argentina sebelumnya di Piala Dunia 2026.
Baca Juga
Kualitas Udara Memburuk, Kabut Asap Kebakaran Hutan Ancam Final Piala Dunia 2026
Alasannya, unik dan terkait takhayul! Menurut Presiden Javier Milei, rutinitas tersebut tidak boleh diubah karena diyakini membawa keberuntungan bagi La Albiceleste.
Saat ditanya apakah dia akan terbang ke New Jersey untuk menyaksikan final bersama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino, Presiden Javier Milei langsung menepis. "Tidak mungkin. Saya akan tetap menonton semua pertandingan dari Olivos," katanya kepada radio El Observador.
Presiden Javier Milei mengaku keputusannya didasari oleh “cábala”. Itu merupakan tradisi takhayul yang sangat dikenal dalam budaya sepak bola Argentina. Mayoritas suporter percaya bahwa rutinitas tertentu harus dipertahankan selama tim terus meraih kemenangan.
Bahkan, Presiden Javier Milei memiliki ritual pribadi yang menurutnya tidak boleh diubah dengan alasan apa pun, termasuk perang atau bencana alam. Dia selalu mengenakan jaket tebal berlogo perusahaan minyak setiap kali Argentina bertanding.
Menurut Presiden Javier Milei, kebiasaan itu bermula saat laga mendebarkan melawan Swiss. Ketika merasa kepanasan, dia sempat melepas jaket tersebut dan tak lama kemudian Argentina kebobolan. Sejak saat itu, dia kembali mengenakannya dan tidak pernah melepasnya selama pertandingan berlangsung.
"Saat melawan Swiss saya kepanasan, lalu melepas jaket. Setelah itu, kami kebobolan. Saya memakainya lagi dan sejak saat itu tidak pernah melepasnya," ujar Presiden Javier Milei.
Tradisi “cábala” memang sudah melekat kuat di kalangan masyarakat Argentina. Banyak suporter memakai pakaian yang sama di setiap pertandingan, enggan mencuci jersey selama Piala Dunia berlangsung, hingga selalu menonton dari tempat yang sama. Mereka percaya perubahan kecil bisa membawa sial.
Ada pula kebiasaan yang lebih unik. Sejumlah pendukung mengaku membaca Alkitab setiap kali Argentina bertanding setelah ritual tersebut bertepatan dengan gol pertama saat menghadapi Mesir di fase sebelumnya. Sejak itu mereka terus mengulang kebiasaan yang sama di setiap laga.
Bahkan, Argentina meminta izin mengenakan seragam tandang biru navy saat melawan Inggris di semifinal karena membawa keberuntungan. Terbukti, untuk ketiga kalinya mereka mengalahkan Inggris dengan jersey tersebut.
Sebagian suporter bahkan melakukan ritual lain untuk "melemahkan" lawan, seperti membekukan miniatur pemain atau secarik kertas bertuliskan nama tim lawan ke dalam freezer sebagai simbol harapan agar performa mereka ikut "membeku".
Kepercayaan semacam itu juga mempengaruhi para pemimpin negara. Presiden-presiden Argentina yang sedang menjabat diketahui sudah lama menghindari hadir langsung pada pertandingan penting Piala Dunia yang dijalani La Albicelste. Itu karena mereka khawatir dianggap membawa sial.
Tradisi tersebut berawal dari Piala Dunia 1990 ketika Presiden Carlos Menem mengunjungi skuad Argentina sebelum laga pembuka. Tak lama kemudian, sang juara bertahan justru kalah mengejutkan dari Kamerun. Di akhir turnamen, Argentina gagal mempertahankan gelar setelah kalah dari Jerman Barat.
Sejak saat itu, Presiden Carlos Menem dicap sebagai pembawa sial atau “mufa”. Jadi, karena alasan itulah, hingga kini hampir tidak ada Presiden Argentina yang sedang menjabat berani datang langsung menyaksikan pertandingan tim nasional di Piala Dunia. Bahkan, saat tim Tango menjuarai Piala Dunia 2022, tidak ada jamuan kenegaraan oleh Presiden Argentina di Istana Negara. Unik!
Baca Juga
Bukan Barcelona atau Real Madrid, Atletico Madrid Terbanyak di Final Piala Dunia 2026
