‘Pesta Usai,’ Capres Argentina Javier Milei Akan Tutup Bank Sentral
JAKARTA, Investortrust.id - Javier Milei sosok calon presiden terpilih Argentina yang akan mulai menjabat pada tahun 2024, menjadi sosok yang makin kontroversial. Ia berjanji untuk mengakhiri semua hak istimewa politik dan peran bank sentral di negara tersebut.
Dalam pidato revolusioner dan kontroversial, presiden Argentina terbaru ini membandingkan seorang politikus dengan aset derivatif. Di dalam pernyataannya, warga negara telah dijadikan aset dasar yang mereka wakili.
“Kita tidak berada di atas mereka yang kita wakili. Dalam istilah keuangan, aset derivatif tidak pernah punya nilai lebih besar dari pada aset dasar. Derivatif ada karena aset dasar ada. Kita ada sebagai perwakilan rakyat, karena rakyat ada,”demikian disampaikan Javier Milei dikutip Finbold.com, Minggu (26/11/2023).
Baca Juga
Janjikan Dolarisasi, Javier Milei Menangi Pemilu Putaran Kedua Argentina
Milei menyatakan bahwa kelompok politik mengalami halusinasi karena mereka berpikir bahwa mereka lebih berharga daripada rakyat yang mereka wakili. Ia pun berencana mengakhiri hal ini selama masa jabatannya sebagai presiden. Tidak ada lagi hak istimewa untuk politik di Argentina.
Dalam pidatonya Milei juga menjelaskan bahwa para politisi sekarang akan memiliki "hak istimewa yang sama seperti rakyat biasa." Milei mengulang ungkapan tentang kelas politik yang harus menanggung konsekuensihasil dari tindakan mereka.
“Jika mereka melakukan kesalahan, bukan hanya orang Argentina yang jujur yang akan menderita akibatnya. Para politisi akan menderita, bahkan lebih. Mereka harus hidup seperti orang Argentina, hidupjujur. Hak istimewa mereka sudah berakhir. Pesta sudah selesai,” ujarnya.
Perlu dicatat, Javier Milei baru-baru ini mengkonfirmasi rencananya untuk mengakhiri bank sentral Argentina, selain mengakhiri hak istimewa politik. Pekan ini, timnya mengirimkan siaran pers yang menjelaskan bahwa "penutupan Bank Sentral (BCRA) tidak dapat dinegosiasikan."
Kedua ide ini erat terkait dengan visi yang dipromosikan oleh Milei tentang masyarakat libertarian. Itulah visi dan ide-ide radikalnya untuk mengurangi kekuatan negara yang ikut berkontribusi pada kemenangannya. Namun, sejumlah kritikus merasa terancam oleh ide-idenya. Bahkan sejumlah penggemar libertarianisme menunjukkan skeptisisme tentang niat dari Milei tersebut.

