Milei Puji Trump di Davos, Bela Kapitalisme Pasar Bebas dan Serang Sosialisme
Poin Penting
| ● | Milei memuji Trump dan menyebut AS mercusuar kebangkitan Barat. |
| ● | Presiden Argentina kembali mengecam sosialisme dengan menyoroti Venezuela. |
| ● | Milei membela kapitalisme pasar bebas dan mengklaim ribuan reformasi struktural. |
DAVOS, Investortrust.id - Presiden Argentina Javier Milei menyampaikan pidato yang relatif lebih tenang namun sarat pesan ideologis dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Rabu (21/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Milei memuji kepemimpinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, membela kapitalisme pasar bebas, serta mengecam sosialisme yang menurutnya menjadi sumber krisis di dunia Barat.
Milei, yang kerap dipandang sebagai sekutu utama Trump di Amerika Latin, menekankan kedekatan hubungan Argentina dengan Washington dan menyatakan pembelaannya terhadap apa yang ia sebut sebagai “nilai-nilai Yudeo-Kristen.” Mengacu pada pergeseran politik kanan di kawasan, ia menegaskan keyakinannya bahwa “Amerika akan menjadi mercusuar cahaya yang menyalakan kembali seluruh Barat” pada tahun-tahun mendatang.
Dalam penampilan ketiganya di Davos, Milei mengingatkan kembali pidatonya pada 2024 ketika ia memperingatkan bahwa Barat berada “dalam bahaya,” serta pernyataannya pada 2025 bahwa sejumlah organisasi internasional mempromosikan “serangkaian kebijakan sosialis yang dikemas secara elegan untuk menipu masyarakat.”
Menurut Milei yang dikutip BuenosAiresTimes.com, sosialisme “selalu berakhir buruk, bahkan sangat buruk,” dengan menyinggung “kerusakan menyimpang” yang ditimbulkannya di Venezuela melalui “pendirian narkodiktator berdarah yang tentakel terorisnya menyebar ke seluruh benua.”
"Bukti terbaik dari hal ini adalah apa yang terjadi di Amerika dengan kelahiran kembali ide-ide kebebasan. Karena itu, Amerika akan menjadi mercusuar cahaya yang menyalakan kembali seluruh Barat,” ujarnya.
Pidato Milei kali ini terbilang lebih 'soft' dibanding penampilan-penampilannya sebelumnya yang kerap memicu kontroversi. Ia berbicara sesaat setelah Trump menyampaikan pidato panjang di forum yang sama.
Berbeda dengan gaya Trump yang konfrontatif, Milei berupaya membangun argumen moral untuk kapitalisme perusahaan bebas, yang ia sebut sebagai sistem yang adil dan efisien. “Para politisi harus berhenti mengganggu mereka yang membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik,” ujar Milei.
Mengawali pidatonya dengan pernyataan bahwa “Machiavelli telah mati,” Milei menegaskan kepada elite politik dan ekonomi dunia bahwa “kapitalisme perdagangan bebas adalah satu-satunya sistem yang adil.” Ia kembali menilai krisis Barat sebagai “hasil dari sosialisme,” seraya sekali lagi menunjuk Venezuela dan “narkodiktator berdarahnya” sebagai contoh.
Milei juga menyoroti kinerja Kementerian Deregulasi dan Transformasi Negara yang dipimpin Federico Sturzenegger—yang ia sebut secara informal sebagai Kementerian Peningkatan Imbal Hasil, serta Kementerian Modal Manusia yang dipimpin sekutunya, Sandra Pettovello. Ia mengeklaim telah menerapkan 13.500 reformasi struktural sejak menjabat pada Desember 2023, dan menyampaikan bahwa regulasi membunuh kinerja dan menghambat pertumbuhan.
Pidatonya ditutup dengan kritik tajam terhadap gagasan yang ia sebut populis yang memiskinkan dari gerakan “woke” dan “parasit sosialis.” “Machiavelli telah mati dan inilah saatnya menguburkannya,” pungkas Milei.

