Kualitas Udara Memburuk, Kabut Asap Kebakaran Hutan Ancam Final Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
EAST RUTHERFORD, investortrust.id – Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina dibayangi persoalan lingkungan. Otoritas New York dan New Jersey mengeluarkan peringatan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara yang dipicu kabut asap kebakaran hutan dari Kanada.
Asap tebal yang menyelimuti kawasan timur laut Amerika Serikat membuat pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah.
Padahal, pertandingan final Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Hingga saat ini, FIFA belum mengindikasikan adanya perubahan jadwal meski kualitas udara sempat menurun dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga
Bukan Barcelona atau Real Madrid, Atletico Madrid Terbanyak di Final Piala Dunia 2026
Kondisi udara mulai memburuk sesaat sebelum skuad Spanyol tiba di New Jersey pada Rabu (15/7/2026) malam waktu setempat, sehari setelah menyingkirkan Prancis di semifinal. Tapi, tim asuhan Luis de la Fuente tetap menggelar sesi latihan di lapangan terbuka pada Kamis (16/7/2026). Sejauh ini, kubu Spanyol belum menyampaikan kekhawatirannya.
Berbeda dengan Spanyol, Argentina masih bertahan di Atlanta seusai menaklukkan Inggris di semifinal. Tim asuhan Lionel Scaloni dijadwalkan memulai latihan di New Jersey pada Jumat (17/7/2026) sore waktu setempat.
Namun, dampak kabut asap sudah mulai dirasakan masyarakat yang berada di sekitar stadion. Dan Edgar, salah seorang warga, mengatakan putrinya, Kaitlynn, yang sedang berlatih untuk tampil pada acara hiburan final Piala Dunia, mengeluhkan kualitas udara. "Dia mengirim pesan kepada saya bahwa kondisinya sangat buruk. Katanya sulit menari karena udara terasa berat saat dihirup," ujar Edgar, dilansir BBC.
Kualitas udara yang memburuk sebenarnya sudah dirasakan para atlet dalam beberapa hari terakhir. Laga National Women's Soccer League (NWSL) antara Gotham FC dan Washington Spirit tetap digelar di New York meski langit diselimuti kabut asap berwarna oranye.
Karena indeks kualitas udara berada pada level yang mengkhawatirkan, pertandingan tersebut menerapkan dua kali jeda tambahan di setiap babak sesuai protokol kompetisi.
Penyerang Washington Spirit, Trinity Rodman, mengaku kondisi udara sangat mengganggu jalannya pertandingan. "Saya tidak mencari alasan, tapi menurut saya kedua tim sama-sama merasa pertandingan seharusnya tidak dimainkan dalam kondisi seperti itu. Kami terus menunggu jeda karena kualitas udaranya benar-benar buruk," kata Rodman.
Hanya saja, kondisi saat ini masih dianggap lebih baik dibandingkan Juni 2023 ketika asap kebakaran hutan Kanada membuat langit New York berubah menjadi oranye pekat. Selain itu, prakiraan cuaca menunjukkan kualitas udara diperkirakan mulai membaik pada Jumat (17/7/2026). Sementara hujan yang diprediksi turun pada Sabtu (18/7/2026) diyakini akan membantu mengurangi kabut asap jelang final.
Baca Juga
FIFA Selidiki Spanduk Kontroversial Malvinas di Semifinal Piala Dunia 2026
