Kasus Folarin Balogun di Piala Dunia 2026, Parlemen Eropa Investigasi Gianni Infantino
Poin Penting
|
BRUSSELS, investortrust.id – Kontroversi keputusan FIFA yang mengizinkan penyerang Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun, tetap bermain di Piala Dunia 2026 kini berbuntut panjang. Puluhan anggota Parlemen Eropa mulai menggalang dukungan untuk meminta penyelidikan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino terkait dugaan campur tangan politik dalam pencabutan sanksi sang pemain.
Balogun sebelumnya menerima kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia-Herzegovina pada 1 Juli 2026. Berdasarkan regulasi, kartu merah tersebut seharusnya membuat penyerang berusia 25 tahun itu menjalani larangan bermain pada pertandingan berikutnya.
Namun, FIFA secara mengejutkan menangguhkan pelaksanaan hukuman tersebut setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Gianni Infantino meninjau ulang kasus itu.
Baca Juga
Pemain Mesir Kecewa Berat, Nilai Keputusan Wasit Ubah Jalannya Laga Kontra Argentina
Keputusan tersebut memicu gelombang kritik di Eropa. Tiga anggota Parlemen Eropa, Barry Andrews, Lara Wolters, dan Niels Fuglsang, menilai perubahan penerapan aturan di tengah berlangsungnya turnamen merupakan tindakan yang mencederai integritas sepak bola.
"Mengubah aturan mengenai hukuman kartu merah di tengah turnamen adalah sebuah aib dan bentuk penyimpangan terhadap keadilan," bunyi pernyataan bersama mereka, dilansir ESPN.
Ketiga politikus itu juga menuding Gianni Infantino kembali tunduk pada tekanan politik dari pemerintahan Donald Trump. "Sekali lagi kami melihat Infantino dan FIFA menyerah terhadap tuntutan pemerintahan Trump," lanjut pernyataan tersebut.
Mereka meminta seluruh asosiasi sepak bola negara-negara anggota Uni Eropa mendesak Komite Etik FIFA untuk membuka penyelidikan terhadap Infantino. Penyelidikan itu diharapkan dapat mengungkap apakah keputusan menangguhkan hukuman Balogun dipengaruhi tekanan politik dari Gedung Putih, sekaligus menelusuri dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik FIFA dalam sejumlah keputusan lainnya.
Hingga kini, sedikitnya 35 anggota Parlemen Eropa lintas negara maupun partai telah menandatangani surat dukungan untuk mendorong investigasi tersebut. Mereka menegaskan sepak bola hanya dapat mempertahankan kredibilitasnya jika seluruh aturan diterapkan secara adil dan transparan tanpa intervensi politik.
"Keindahan olahraga terletak pada aturan yang diterapkan secara adil dan transparan. Ketika tekanan politik menentukan siapa yang boleh bermain, rasa keadilan dalam olahraga akan hilang," tegas mereka.
Baca Juga
Soroti Inkonsistensi VAR di Laga Lawan Argentina, Mesir Sebut Diperlakukan Tidak Adil
