Benar atau Salah? Penjelasan Gol Jerman ke Gawang Paraguay yang Dianulir VAR
Poin Penting
|
FOXBOROUGH, investortrust.id – Wasit Jalal Jayed dan operator VAR Tatiana Guzman menjadi sorotan setelah keputusan kontroversial membatalkan gol Jerman saat menghadapi Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Gillette Stadium, Foxborough, Selasa (30/6/2026) pagi WIB.
Insiden terjadi pada menit ke-105 ketika Jerman sempat mengira telah unggul melalui sundulan Jonathan Tah memanfaatkan sepak pojok Nathaniel Brown. Tapi, gol tersebut dianulir setelah wasit melakukan peninjauan ulang di monitor tepi lapangan atas rekomendasi VAR.
VAR menilai ada dugaan pelanggaran yang dilakukan Waldemar Anton terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill, sebelum bola masuk ke gawang. Menurut penilaian VAR, Anton dianggap menghalangi pergerakan Gill sehingga sang penjaga gawang tidak mampu melakukan penyelamatan.
Baca Juga
Singkirkan Belanda di Piala Dunia 2026, Maroko Tegaskan Bukan Keberuntungan
Setelah melihat tayangan ulang, Jalal Jayed sepakat dengan rekomendasi tersebut dan membatalkan gol Jerman. Keputusan itu membuat skor tetap imbang dan pertandingan akhirnya berlanjut hingga adu penalti, yang dimenangkan Paraguay dengan skor 4-3.
Sayang, banyak pihak menilai keputusan tersebut keliru. Dalam analisis setelah pertandingan, kontak yang terjadi dianggap bukan pelanggaran karena Anton hanya mempertahankan posisinya di area penalti. Justru Orlando Gill dinilai bergerak ke arah pemain Jerman sebelum terjatuh setelah merasakan kontak ringan.
Kontroversi ini memicu perdebatan luas karena gol yang dianulir berpotensi mengubah jalannya pertandingan. Jika gol Jonathan Tah disahkan, Jerman kemungkinan besar akan unggul pada babak perpanjangan waktu dan menghindari drama adu penalti yang akhirnya mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
"Kami memiliki rencana besar untuk Piala Dunia ini. Sangat sulit untuk mengecewakan lagi. Sulit untuk menciptakan peluang dan mempertahankan tempo permainan. Kami kecewa dengan hasil ini, tentu saja," kata Kai Havertz, dilansir ESPN.
Baca Juga
Tangis Cody Gakpo Tak Terbendung: Kehilangan Calon Anak dan Belanda Tersingkir
