Siap Bersinar di Piala Dunia 2026, Hamza Abdelkarim Pewaris Takhta Mohamed Salah
Poin Penting
|
SEATTLE, investortrust.id – Mesir diyakini telah menemukan calon penerus Mohamed Salah. Pelatih tim nasional Mesir Hossam Hassan menilai Hamza Abdelkarim memiliki semua kualitas untuk menjadi bintang baru The Pharaohs dan bersinar di Piala Dunia 2026.
Nama Abdelkarim memang tengah melesat dalam beberapa pekan terakhir. Penyerang berusia 18 tahun itu sempat mengejutkan publik ketika dipanggil ke skuad Piala Dunia Mesir pada Mei lalu meski belum pernah membela tim senior. Tak lama berselang, kariernya semakin menanjak setelah Barcelona mempermanenkan statusnya dari Al Ahly dengan nilai transfer €1,5 juta (Rp28,2 miliar).
Meski masih sangat muda, Hassan menegaskan, Abdelkarim bukan sekadar investasi masa depan. Menurutnya, sang pemain sudah siap memberikan kontribusi langsung di panggung terbesar sepak bola dunia.
Baca Juga
Viral! Fans Skotlandia Invasi Pertandingan Bisbol Boston Red Sox
“Kami melihat banyak hal dari Hamza, mulai dari kepribadian, kemampuan teknik, ambisi, hingga apa yang ingin dicapainya sebagai pemain,” kata Hassan, dilansir ESPN.
Pelatih berusia 59 tahun itu mengaku telah memantau perkembangan Abdelkarim sejak tampil di Piala Dunia U-17 2025. Hassan juga mengikuti seluruh pertandingan pemain muda tersebut bersama Barcelona.
“Saya melihat pengaruh positif yang dia berikan kepada tim di Piala Dunia U-17 2025 dan saya mengikuti semua pertandingannya di Barcelona. Ketika dia bergabung bersama kami, saya melihat bahwa dia adalah pemain yang sangat bagus untuk sepak bola Mesir. Mungkin ini mengejutkan sebagian orang, tetapi dia memiliki semua kualitas pemain hebat,” ujar Hassan.
Abdelkarim bergabung dengan Barcelona pada Februari lalu sebagai pemain pinjaman dari Al Ahly. Dia langsung mencuri perhatian setelah mencetak gol pada debutnya bersama tim junior Barcelona saat menghadapi SD Huesca.
Perkembangannya begitu pesat hingga Barcelona memutuskan mengaktifkan opsi pembelian permanen hanya beberapa bulan kemudian. Sementara itu, debutnya bersama tim nasional senior Mesir baru terjadi pada 28 Mei lalu.
Meski publik masih menaruh harapan besar kepada Mohamed Salah, Hassan menegaskan Mesir tidak ingin bergantung kepada satu pemain saja. Baginya, kekuatan tim harus dibangun secara kolektif.
“Mesir bukan hanya tentang Mohamed Salah. Ini tentang semua pemain dan penampilan kolektif mereka. Kami memiliki banyak talenta selain Salah dan Omar Marmoush. Saya pikir para suporter akan melihat penampilan luar biasa dari tim ini,” tegas Hassan.
Ucapan Hassan bukan tanpa alasan. Saat ini, 12 pemain dalam skuad Piala Dunia Mesir telah berusia di atas 30 tahun. Bahkan Salah akan merayakan ulang tahun ke-34 tepat pada hari pertandingan melawan Belgia.
Situasi tersebut membuat regenerasi menjadi prioritas penting bagi sepak bola Mesir. Hassan menilai Abdelkarim bisa menjadi wajah generasi baru yang akan membawa The Pharaohs kembali berjaya di level internasional.
“Para pemain muda adalah masa depan tim, negara, dan sepak bola Mesir. Abdelkarim adalah pemain hebat yang akan mengejutkan para penggemar. Pada 2027, Anda akan melihat tim Mesir baru yang dipenuhi bintang. Kami tidak ingin bergantung pada satu pemain saja, tetapi pada kekuatan tim dan proyek jangka panjang,” kata Hassan.
Mesir akan mengawali perjuangannya di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Belgia di Seattle. Setelah itu, The Pharaohs akan melawan Selandia Baru di Vancouver sebelum menutup fase grup dengan menghadapi Iran pada 26 Juni.
Baca Juga
Kisah Yasin Ayari, Pemuda Swedia yang Tolak Selebrasi Gol ke Gawang Tunisia
