Kemenkomdigi Tambah 200 Titik Nobar Piala Dunia 2026, Libatkan Diskominfo dan Komunitas Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) akan menambah sekitar 200 titik nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 di berbagai daerah guna memperluas akses masyarakat untuk menyaksikan ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan penambahan titik nobar akan melibatkan jaringan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) daerah, komunitas digital, relawan digital, serta berbagai mitra strategis dalam ekosistem Kemenkomdigi.
Menurut Meutya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah agar kemeriahan Piala Dunia FIFA 2026 dapat dirasakan masyarakat hingga ke berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga
Siap Bawa Belanda Berjaya di Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Tak Masalah Cuaca Panas
“Dari ekosistem Kemkomdigi, kami akan menambah sekitar 200 titik nobar yang melibatkan jaringan Diskominfo daerah, komunitas, relawan digital, dan berbagai mitra ekosistem kami. Kami ingin kemeriahan Piala Dunia benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke berbagai daerah,” ujar Meutya dalam keterangan resmi, Sabtu (13/6/2026).
Meutya menilai penunjukan TVRI sebagai pemegang hak siar Piala Dunia FIFA 2026 menjadi momen bersejarah. Menurutnya, untuk pertama kalinya sejak reformasi, TVRI kembali menayangkan ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa Piala Dunia tidak hanya menjadi tontonan olahraga, tetapi juga sarana untuk membangun sportivitas, semangat kompetisi yang sehat, dan memperkuat persatuan masyarakat.
“Piala Dunia bukan sekadar tontonan, ini adalah ruang untuk membangun sportivitas, semangat kompetisi yang sehat, sekaligus memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat Indonesia,” kata Meutya.
Baca Juga
Fenomena Apa ini? Banyak Pemain Piala Dunia 2026 Gunakan Sepatu Pink
Berdasarkan data TVRI, saat ini telah tersedia hampir 12 ribu titik nobar di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah menjelang dimulainya turnamen.
Pemerintah juga memastikan masyarakat di wilayah dengan keterbatasan konektivitas tetap dapat mengakses siaran pertandingan. Untuk itu, Kemenkomdigi akan berkoordinasi dengan TVRI, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal untuk menikmati momen bersejarah ini. Jika terdapat wilayah dengan tantangan konektivitas, pemerintah akan menyiapkan berbagai solusi agar masyarakat tetap dapat menyaksikan pertandingan dengan baik,” ujar Meutya.
