YouTube Jadi Platform Video Paling Disukai Gen Z di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id -- Hasil survei bertajuk "WhyVideo" yang dilakukan oleh lembaga riset Kantar pada September 2023 menunjukkan bahwa YouTube menjadi platform video yang paling disukai Generasi Z (Gen Z) di Indonesia.
"Kantar menemukan bahwa YouTube adalah layanan video yang paling disukai penonton Gen Z di Indonesia. Survei ini juga menekankan lebih lanjut bahwa Gen Z memilih YouTube sebagai platform favorit untuk menonton berbagai jenis video," kata Regional Director YouTube Asia-Pacific Ajay Vidyasagar dalam acara Media Briefing YouTube Works Awards Southeast Asia: The Finale 2023 di Jakarta, Kamis (12/10/2023).
Ajay menjelaskan dari total 2.204 penonton video mingguan dengan rentang usia 18–64 tahun yang menjadi responden survei tersebut, seluruh responden yang masuk kategori Gen Z atau berusia 18–24 tahun memilih YouTube sebagai platform favorit untuk menonton berbagai jenis video.
Baca Juga
Investor Gen Z dan Milienial Dominan di Pasar Saham, Potensi Tumbuhnya Menakjubkan
Total Gen Z sebanyak 607 orang dalam survei itu beralasan menyukai YouTube karena platform tersebut memiliki konten yang beragam dan mendalam sehingga memungkinkan mereka menjelajahi lebih jauh topik yang disukai. Di samping itu, para Gen Z itu pun menilai dengan mengakses YouTube berarti mereka memanfaatkan waktu dengan lebih efektif untuk mendalami minatnya dibandingkan platform video lain.
Gen Z yang menjadi responden survei juga menyatakan setuju bahwa YouTube memungkinkan mereka mengakses beragam jenis konten, mulai dari video pendek, video panjang, hingga video siaran langsung.
Lalu melalui survei itu, diketahui pula bahwa 62% responden yang merupakan Gen Z tersebut mengaku paling tertarik menggunakan layanan video yang dapat dibuka di berbagai perangkat secara lancar.
Baca Juga
"Sebanyak 57% mengaku paling tertarik menggunakan layanan video yang dapat dibuka di berbagai perangkat secara lancar dan 56% tertarik pada layanan video yang memberikan rekomendasi yang bagus," kata Ajay seperti dilansir Antara.
Survei dari Kantar tersebut menerapkan metode riset kuantitatif berskala global dan mengkaji temuan melalui perspektif regional dan lokal. Survei dilakukan secara daring selama 15 menit terhadap setiap responden selama September 2023.

