Setia Berkurban Lewat Dompet Dhuafa, Indro Warkop: Solusi bagi yang Insecure Salurkan Kurban
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Aktor komedian legendaris Indro ‘Warkop’ turut hadir dalam peluncuran program ‘The Kurban Series 1447 H’ yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa di Cibis Park, Jakarta, Sabtu (2/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Indro berbagi pengalamannya yang telah lama mempercayakan penyaluran hewan kurban melalui lembaga kemanusiaan ini.
Indro mengaku ketertarikannya bergabung dengan Dompet Dhuafa sudah dimulai jauh sebelum sang istri wafat pada tahun 2018 silam. Baginya, Dompet Dhuafa menjadi jawaban atas rasa tidak aman (insecure) yang sering dialami masyarakat perkotaan terkait ketepatan sasaran distribusi kurban.
"Kadang kita insecure ketika kurban, ini jatuhnya benar-benar untuk yang membutuhkan apa enggak? Dompet Dhuafa menjawab itu," ujar Indro kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa di Jakarta, seringkali daging kurban justru menumpuk di kalangan mereka yang secara ekonomi sudah mampu, sementara banyak daerah lain yang jauh lebih membutuhkan.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Indro adalah saat dirinya menerima laporan bahwa hewan kurban miliknya telah didistribusikan hingga ke mancanegara. Ia bercerita bahwa pernah ada satu ekor sapi kurban dari keluarganya yang dikirim hingga ke Myanmar.
Baca Juga
Gandeng Komunitas, Dompet Dhuafa Prioritaskan Distribusi Kurban 1447 H ke Wilayah Bencana
"Saya dikasih laporannya, ternyata sapi saya sampai ke Myanmar. Ada tulisannya, sapinya namanya Indrodjojo Kusumonegoro. Orangnya aneh-aneh (bukan orang Indonesia), tapi laporannya jelas dan itu membuat saya merasa aman (secure)," kenangnya sembari tertawa.
Mengenai preferensi hewan kurban, Indro mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ia lebih memilih berkurban kambing. Baginya, kambing lebih mudah untuk disebar ke berbagai lokasi berbeda agar manfaatnya tidak hanya menumpuk di satu tempat saja. Untuk tahun ini, ia memperkirakan akan menyiapkan sekitar tiga hingga empat ekor kambing yang diurus oleh anak-anaknya.
Selain aspek teknis, Indro juga menekankan makna sosial dari ibadah kurban. Ia menganggap kurban sebagai bentuk rasa syukur dan tanggung jawab sebagai makhluk sosial.
"Kita hidup sebagai manusia dan ditakdirkan sebagai manusia sosial. Ya sosialnya di mana kalau kita tidak berbagi? Mumpung kita bisa," tegasnya.
Indro juga memberikan perhatian khusus pada isu kemanusiaan global, terutama kondisi di Palestina. Menurutnya, membantu Palestina bukan lagi sekadar urusan agama, melainkan urusan kemanusiaan universal.
"Berbicara Palestina itu berbicara manusia. Kita tahu persis di sana sedang susah. Banyak anak kehilangan orang tua, banyak yang cacat, dan mereka susah makan. Itu harus jadi perhatian kita semua, mau agama apa pun," tutup Indro.

