Dompet Dhuafa: Bukan Sekadar Ibadah, Kurban juga Bagian dari Solusi Krisis Iklim dan Penggerak Ekonomi Hijau
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kurban selama ini identik dengan ritual tahunan yang sarat makna spiritual. Padahal, kurban bukan sekadar ibadah, melainkan juga bagian dari solusi krisis iklim, sekaligus penggerak ekonomi hijau (berkelanjutan).
Hal itu ditegaskan Dompet Dhuafa dalam ajang ‘Green Jobs Fest 2026’ di Cibis Park, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026). Dompet Dhuafa menekankan komitmennya dalam mendukung transisi ekonomi berkelanjutan.
Pada sesi talkshow Green Talks kedua bertema “The Human Side of Transition: Menjembatani Ilmu Sosial ke dalam Ekosistem Kerja Berkelanjutan”, Ketua Kurban Dompet Dhuafa 2026, Ali Bastoni berbagi perspektif menarik tentang bagaimana program Tebar Hewan Kurban (THK) kini bergerak dalam koridor ekonomi berkelanjutan.
"Di Dompet Dhuafa, kami melihat kurban sebagai siklus ekonomi yang kompleks. Dalam konteks ekonomi hijau ada aspek nutrisi, spiritual, hingga pengelolaan limbah yang harus dipikirkan dampak ekologinya," kata Ali yang mengajak peserta berdonasi melalui https://digital.dompetdhuafa.org/kurban/investortrust.
Ali Bastoni mengungkapkan, di tengah tantangan angka pengangguran yang tinggi, kurban hadir sebagai penggerak ekonomi di akar rumput. Melalui program THK yang diinisiasi sejak 1994, Dompet Dhuafa mendampingi peternak kecil agar mandiri dan memiliki daya saing.
Baca Juga
21 Tahun Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Sudah Luluskan 9.000 Penerima Manfaat Berkualitas
Namun, Ali juga mengingatkan adanya tantangan ekologis. Untuk merepons hal itu, kemitraan DD Farm di sektor hulu berhasil mengelola limbah peternakan secara khusus menjadi pupuk organik untuk meminimalisasi emisi metana.
"Jika tidak dikelola, limbah peternakan memiliki efek samping, seperti limbah dan gas metana. Karena itu, DD Farm di Riau, misalnya, menginisiasi pengelolaan limbah di DD Farm agar menjadi pupuk organik dan tidak mencemari lingkungan," ujar Ali di hadapan para peserta yang didominasi generasi muda.
Ali Bastoni juga membeberkan cerita menarik di sisi hilir ketika paket daging kurban dibagikan kepada masyarakat di wilayah terdepan, terluar, tertinggal (3T). Dompet Dhuafa mulai mengganti kantong plastik dengan kearifan local, seperti daun jati dan wadah rotan.
“Selain mengurangi sampah plastik, langkah ini turut memberdayakan pengrajin lokal,” tutur Ali dalam talkshow yang dipandu Fitrianti Sofyan.
Poin penting lain yang disampaikan Ali Bastoni adalah kemandirian dan endowment fund (dana abadi berupa sejumlah dana yang dikumpulkan dan diinvestasikan secara jangka panjang, di mana pokok dananya dijaga tetap utuh, sedangkan hasil investasinya digunakan untuk membiayai kegiatan tertentu).
Dompet Dhuafa, menurut Ali, tidak hanya memberi bantuan sesaat, tetapi juga pendampingan bagi mereka yang kehilangan pekerjaan, misalnya pascabencana, untuk menjadi peternak yang tangguh.
"Membantu itu satu hal, tapi membuat mereka mandiri dan melakukan pendampingan berkelanjutan adalah hal lain yang menciptakan dampak jauh lebih besar. Dari penerima manfaat, turut menjadi pemberi manfaat," papar Ali dalam siaran pers yang diterima investortrust.id, Senin (27/4/2026).
Baca Juga
Dompet Dhuafa Terima Amanah Izin Operasional dan Legalitas dari Kemenag
Sementara itu, Manager Strategic Partnerships Krealogi, Wilda Romadona menjelaskan, pekerjaan di bidang kemitraan strategis membutuhkan banyak keahlian. “Dibutuhkan soft skill, yaitu human communication, stakeholders management, dan analytical thinking. Juga dibutuhkan Gen-Z yang dinamis dan kaya cara akan bertahan hidup,” tandas dia.
Founder & Director Saka Dala, Veronica menambahkan, Indonesia memiliki banyak produk berkualitas. "Tantangannya, Indonesia kurang branding dan umumnya hanya follow, belum benar-benar break the rules di lingkup global dalam program sustainability,” ujar dia.
Ali Bastoni mengemukakan, partisipasi Dompet Dhuafa dalam ajang yang diselenggarakan Coaction Indonesia, Seasoldier, dan Cibis Park ini membuktikan bahwa sektor filantropi memiliki peran krusial dalam menciptakan lapangan kerja baru yang ramah lingkungan bagi para peternak kecil di seluruh pelosok Indonesia.
“Di sana, Dompet Dhuafa melalui tim Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) menghadirkan layanan medis serta ambulans dan Gerai Berbagi Berkah,” tutur dia.
Baca Juga
Melalui kehadiran di Green Jobs Fest 2026, kata Ali, Dompet Dhuafa ingin mengajak semua melihat kurban dengan kacamata yang lebih luas, yakni sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan, kepedulian terhadap sesama, dan tanggung jawab kepada bumi.
Ali mengajak masyarakat beribadah maksimal sambal tetap menjaga lingkungan dan turut menjadi bagian dari solusi krisis iklim bersama Dompet Dhuafa dan Seasoldier. “Masyarakat bisa berkurban melalui digital.dompetdhuafa.org/kurban,” ucap dia.
Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum duafa dengan pendekatan budaya, welas asih (filantropis) dan wirausaha sosial.
Sudah berjalan 32 tahun, Dompet Dhuafa menghadirkan layanan pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola sesuai prinsip GCG (good corporate governance/GCG) serta memastikan organisasi berjalan sesuai regulasi, kepatuhan syariah, dan ketentuan-ketentuan lainnya.

