Gelar RUPS, Prodia Tebar Dividen 70% dan Tampilkan Manajemen Baru
Jakarta, Investortrust.id – Pelopor laboratorium diagnostik di Indonesia, Prodia menggelar Rapat Umum Pemegang Saham tahunan di Grha Prodia Utama, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Dalam RUPS tersebut pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai dengan rasio lebih tinggi dari periode sebelumnya, sebesar 70% (tujuh puluh persen) dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, senilai lebih dari Rp144 miliar atau setara dengan Rp162,68 per lembar sahamnya, sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang saham.
Selain itu, rapat ini juga menetapkan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris entitas dengan nama resmi PT Prodia Widyahusada Tbk ini untuk mendukung akselerasi pertumbuhan kinerja bisnis Perseroan ke depan.
Direktur Utama Perseroan yang baru saja ditunjuk, Liana Kuswandi, menyatakan, keputusan yang dihasilkan dari RUPST ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasi agar semakin efisien, terintegrasi, dan selaras dengan arah bisnis entitas dengan kode saham PRDA ini ke depan.
Hadirnya wajah baru serta penyesuaian dalam organisasi, diharapkan dapat membawa Perseroan lebih lincah dalam menghadapi dinamika bisnis yang semakin menantang. Dengan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel, Perseroan optimis dapat terus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham serta menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan ke depan.
Liana Kuswandi menyampaikan bahwa tahun 2025 mencerminkan ketahanan dan adaptasi Prodia di tengah dinamika ekonomi global dan nasional. “Sepanjang 2025, Prodia menunjukkan daya tahan dan kemampuan adaptasi di tengah dinamika ekonomi dengan meluncurkan 38 tes baru dan menghadirkan Next Generation Laboratory melalui Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) by Spectrometry, memperluas jaringan menjadi 402 outlet di 34 provinsi, serta memperkuat kemitraan hingga ke Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste. Transformasi digital juga terus kami dorong, tercermin dari kenaikan lebih dari 70% (YoY) pengunduh aplikasi U by Prodia. Kami juga mengambil langkah strategis dengan mulai melakukan terapi regeneratif melalui pembelian 30% saham PT Prodia Stemcell Indonesia (ProSTEM) untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ke depan.
Memasuki 2026, Prodia akan terus memperluas pengembangan precision medicine melalui specialty clinics seperti Stem Cell Clinic, dan Autoimmune & Longevity Clinic, sekaligus meningkatkan volume tes esoterik serta layanan diagnostik klinis kompleks seperti pemeriksaan genomik dan multiomics,” ujarnya.

