Laba Prodia (PRDA) Tergerus 40%, Manajemen Ungkap Faktor Pemicu Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mencatatkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 1,02 triliun pada semester I-2025, turun 0,47% dari periode sama tahun lalu (year on year/yoy). Bahkan,laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk PRDA tergerus hampir 40% (yoy) menjadi Rp 69,64 miliar.
Menurut manajemen, kinerja perusahaan relatif solid di tengah tantangan makro ekonomi, seperti tekanan daya beli, depresiasi Rupiah, dan penyesuaian belanja kesehatan masyarakat pasca-pemilu. Pasalnya raihan tersebut dianggap tetap menunjukkan ketahanan permintaan layanan diagnostik, di tengah kondisi pasar yang menantang.
Baca Juga
Akuisisi 30% Saham Perusahaan Bioteknologi, Prodia (PRDA) Ungkap Alasan Ini
Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty menyampaikan, platform digital unggulan Prodia, yakni U by Prodia menunjukkan kinerja yang luar biasa. Pendapatannya tumbuh hampir 400% dibanding tahun lalu. “Kerugian juga berhasil ditekan secara signifikan menandakan arah bisnis yang semakin positif dan efisien,” menurut Dewi, dikutip pada Senin (4/8/2025).
Teknologi U by Prodia berkembang dengan penambahan fitur seperti SubAccount sehingga pengguna bisa menambahkan anggota keluarga ke dalam satu akun. Hal ini mempermudah akses layanan kesehatan bagi seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak hingga lansia yang mungkin kurang akrab dengan teknologi.
Dewi pun meyakini, pencapaian U by Prodia menjadi semangat untuk mendorong kinerja lebih baik di paruh kedua tahun ini. “Di tengah dinamika industri yang terus berubah, kami tidak hanya berupaya bertahan, tetapi juga membangun masa depan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, digital, dan berpusat pada pasien,” ujarnya.
Baca Juga
Investor Asing Net Sell Saham Rp 1,01 Triliun, AMMN Penyumbang Terbesar
Manajemen percaya bahwa investasi yang telah digelontorkan, baik pada teknologi, kolaborasi strategis, maupun inovasi layanan, akan menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Prodia berkomitmen, memperluas akses layanan berbasis teknologi dan memperkuat integrasi ekosistem kesehatan, termasuk pengembangan lini pengobatan terintegrasi.
Adapun, dua langkah strategis Prodia yang telah diambil, antara lain dengan mengakuisisi Proline pada 2024 dan ProSTEM pada 2025. “Langkah ini merupakan bagian dari strategi yang mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang,” pungkas Dewi.

