AS-Iran Tegang Lagi, Bursa Eropa Kembali Tertekan
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Bursa saham Eropa ditutup melemah pada Kamis (9/4/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap rapuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Tanda-tanda keretakan mulai muncul hanya dalam hitungan jam setelah disepakati.
Baca Juga
AS Ancam Aksi Militer Baru di Iran, Gencatan Senjata Sangat Rapuh
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 berakhir turun 0,4%, dengan mayoritas sektor dan bursa regional berada di zona merah. Sektor perjalanan dan pariwisata menjadi yang paling terpukul, mencerminkan sensitivitas tinggi terhadap risiko geopolitik.
Maskapai Lufthansa dan operator wisata TUI masing-masing kehilangan 3,2% dan 1,5%, menghapus sebagian penguatan tajam pada sesi sebelumnya.
Ketegangan meningkat setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf, menuduh Washington melanggar kesepakatan gencatan senjata kurang dari 24 jam setelah diumumkan. Ia menyoroti serangan lanjutan Israel di Lebanon, masuknya drone ke wilayah udara Iran, serta penolakan terhadap hak Iran dalam pengayaan uranium.
Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa pasukan militer AS akan tetap ditempatkan di sekitar Iran hingga Teheran sepenuhnya mematuhi “kesepakatan nyata”. Ia juga mengancam respons militer besar jika terjadi pelanggaran lebih lanjut.
Dampak ketegangan ini terasa hingga pasar Asia. Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,53%, sementara Kosdaq melemah 1,38%. Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,77% dan Topix terkoreksi 0,78%. Sebaliknya, pasar saham AS justru menguat. Investor Wall Street masih melihat peluang stabilisasi jangka pendek.
Baca Juga
Wall Street Melesat Dipicu Gencatan Senjata AS-Iran, Dow Terbang Lebih 1.300 Poin
Pergerakan ini terjadi setelah reli kuat sehari sebelumnya, ketika Stoxx 600 melonjak 3,7% berkat optimisme awal terhadap gencatan senjata.
Namun kini, sentimen berubah cepat. Pasar mulai menyadari bahwa konflik belum benar-benar mereda—dan risiko eskalasi masih membayangi.
