Black Hawk AU AS Ditembaki Polisi Iran Saat Mencari Pilot AU AS
Jakarta, Investortrust.id – Dua buah helikopter penyelamat AU AS, Sikorsky UH-60 Blackhawk yang sedang melakukan misi SAR (Search and Rescue) untuk mencari pilot F-15E yang jatuh di wilayah Iran ditembaki oleh tiga anggota polisi Iran. Insiden tersebut terjadi pada hari Jumat, (3/4/2026) di provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, Iran.
Rekaman video amatir yang banyak beredar di media sosial menunjukkan unit kepolisian Iran melepaskan tembakan beruntun ke arah helikopter penyelamat Amerika Serikat. Nampak kedua helikopter Blackhawk tersebut tetap melaju tanpa gangguan sedikit pun.
Dikutip dari situs Amnesty International, kepolisian nasional Iran dan pasukan keamanan Iran, termasuk IRGC menggunakan senjata ringan mulai dari pistol hingga senapan serbu Kalashnikov AK-47 dan juga AK-47 varian KL yang dibuat di dalam negeri. AK-47 adalah senapan serbu dengan kaliber 7.62mm.
Seperti dikutip dari situs Sikorsky, pabrik yang membuat Blackhawk untuk Angkatan Bersenjata AS, Black Hawk yang digunakan Angkatan Udara AS diberi pelapis tahan peluru untuk senjata ringan meskipun tidak sepenuhnya anti peluru terhadap semua jenis senjata.
Lapisan anti peluru pada Blackhawk dirancang untuk meningkatkan kemampuan bertahan dari serangan senjata ringan dari darat namun tidak membuatnya kebal terhadap kerusakan terutama dari senjata kaliber besar atau misil.
Fitur perlindungan balistik utama meliputi: Selimut/Panel Balistik: Lantai dan dinding samping kokpit dan kabin diperkuat dengan armor (menggunakan material seperti Kevlar atau HybridTech Armor®) untuk melindungi dari tembakan senjata ringan dan pecahan peluru.
Kedua pilot dan kopilot dilindungi oleh kursi lapis baja untuk meredam tembakan dari bawah. Kulit Blackhawk dirancang untuk menahan amunisi senjata ringan biasa, seperti peluru kaliber 7,62 mm termasuk proyektil dari AK-47. Meskipun melindungi dari senjata ringan, armor Blackhawk terbatas beratnya, sehingga tidak dirancang untuk menahan peluru kaliber berat yang menembus armor (misalnya, tembakan kaliber .50 atau meriam 23 mm). Armor tersebut seringkali dapat dilepas atau modular untuk digunakan berdasarkan risiko misi.
Jadi tidak heran dalam video tersebut kedua helikopter AS tetap melaju tanpa gangguan.
